TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor mulai alami kekeringan imbas kemarau yang melanda.
Ribuan siswa dan guru di sekolah dilaporkan terdampak untuk keperluan air sehari-hari.
Sekolah-sekolah yang terdampak menurut BPBD sejauh ini berada di tiga wilayah kecamatan.
Yaitu di wilayah Kecamatan Citeureup, Sukamakmur, dan Babakanmadang.
Terbaru, Selasa (18/8/2026), BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih ke sekolah di Citeureup.
Yaitu SMPN 2 Citeureup dengan jumlah siswa dan guru yang terdampak tercatat mencapai 1.500 jiwa.
"Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan," kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
"Total volume pengiriman air bersih 8.000 Liter," sambung Adam.
Pantauan TribunnewsBogor.com, dalam beberapa hari terakhir sebagian wilayah Bogor beberapa kali diguyur hujan.
Namun hujan yang mengguyur wilayah Bogor belakangan ini hanya berlangsung singkat.
Hujan ini nampaknya masih belum merubah kondisi kekeringan sumber air bersih di masyarakat.
BPBD Kabupaten Bogor sampai Selasa (18/8/2026) masih menyalurkan bantuan air bersih ke berbagai kampung termasuk ke sekolah.
Berikut daftar sekolah yang ikut terdampak kekeringan sejauh ini menurut data BPBD Kabupaten Bogor :
- SMPN 2 Citeureup, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Terdamlak 1.500 siswa, telah disalurkan bantuan 8.000 Liter air bersih.
- Sekolah Rakyat (Tagana Traine Canter) Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terdampak 120 Jiwa (100 siswa + 20 guru), telah disalurkan air bersih 8.000 Liter
- SMAN 1 Sukamakmur di Desa/Kel Sukamulya
Kecamatan Sukamakmur, terdampak 740 jiwa (35 guru, 705 siswa), telah disalurkan bantuan
5.000 Liter air bersih
- SDN 04 Cijayanti dan SMP Islam Terpadu Al Mutaqien di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Telah disalurkan 4.000 Liter air bersih.