Ketakutan Warga Akibat Dahsyatnya Gempa Flores, Kini Memilih Bertahan di Kebun
Noval Andriansyah August 18, 2026 08:41 PM

Tribunlampung.co.id, Maumere - Ratusan warga Kampung Nasaret, Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, diselimuti rasa takut mendalam, usai gempa dahsyat Flores meratakan permukiman mereka, hingga memilih bertahan mengungsi di area perkebunan.

Kepanikan dan kecemasan tinggi memaksa sekitar 200 jiwa dari 40 kepala keluarga, mulai dari bayi hingga lansia, mendirikan tenda darurat seadanya di kebun karena rumah tinggal mereka hancur total dan tak lagi bisa ditempati.

Ancaman gempa susulan yang terus beruntun melanda kawasan pesisir pantai utara Flores pada Selasa (18/8/2026), kian memperparah trauma psikologis warga untuk kembali ke perkampungan.

Kondisi pengungsi mandiri tersebut kini amat memprihatinkan, karena mereka terpaksa bertahan hidup dengan mengonsumsi makanan seadanya, di tengah minimnya fasilitas sanitasi serta ketiadaan posko resmi.

Akses komunikasi yang buruk dan tidak stabil di wilayah terisolasi, membuat jeritan bantuan dari warga terdampak hanya bisa disampaikan melalui pihak keluarga di perantauan.

Pemerintah daerah dan tim tanggap bencana diharapkan segera menurunkan bantuan logistik, serta mendirikan posko pengungsian yang layak bagi para korban di Manggarai Timur.

Meski seluruh warga selamat dari maut, derita para pengungsi di perkebunan memerlukan penanganan darurat yang cepat, agar ancaman krisis kesehatan tidak menyusul bencana alam ini.

Baca selengkapnya Bertahan di Kebun, 200 Warga Nampar Sepang Manggarai Timur Takut Kembali ke Rumah Pascagempa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.