TRIBUN-VIDEO — Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) jalur udara asal Bali, Sri Pangestuti, mengaku diminta pimpinan BlueRay Cargo Group John Field mencatat sejumlah inisial dan nominal saat bertemu John dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Orlando Hamonangan.
Hal itu disampaikan Sri saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi pejabat DJBC di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian mendalami catatan tersebut, termasuk makna inisial dan angka yang ditulis Sri.
Diminta Mencatat karena Takut Lupa
Dalam persidangan, jaksa menanyakan alasan Sri membuat catatan tersebut.
Sri mengatakan John memintanya menulis karena khawatir lupa.
"Pak John minta tolong saya, 'tulis, takut saya lupa'," ujar Sri.
Sri mengaku tidak mengetahui siapa yang menyediakan alat tulis.
Ia juga mengatakan tidak membawa alat tulis ketika menghadiri pertemuan.
Catatan tersebut memuat sejumlah inisial dan angka, antara lain:
P. GH = 250
P. EN = 600
P. Koor I = 300
Jumlah total = 1.150
P.
P. OC (BY+FC) = 750
P. Koor P. = 300
Jumlah total = 1.050
Dalam BAP yang dibacakan di persidangan, angka-angka tersebut disebut berkaitan dengan nominal uang, sedangkan inisialnya disebut merujuk kepada sejumlah pejabat Bea Cukai.
Saat ditanya apakah inisial tersebut merujuk kepada pejabat Bea Cukai, Sri membenarkannya.
Sri mengatakan dirinya memotret catatan tersebut.
Atas permintaan John, foto itu kemudian dikirim melalui WhatsApp kepada Yohanes Setiawan.
Jaksa kemudian mendalami apakah Orlando mengetahui Sri diminta membuat catatan tersebut.
Sri menjelaskan, John dan Orlando sempat berbicara sebelum John meminta dirinya menulis.
Menurut Sri, inisial dan angka yang dicatat tersebut berasal dari John.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!