Mahasiswi Kebidanan Diduga Jadi Target Tindakan Asusila di Basel, Alami Luka 18 Jahitan di Leher
Dedy Qurniawan August 18, 2026 08:42 PM

BANGKAPOS.COM -  Seorang mahasiswi kebidanan yang tengah magang di RSUD Junjung Besaoh diduga menjadi target tindakan asusila dan mengalami luka penganiayaan di leher akibat serangan senjata tajam oleh orang tak dikenal di kontrakannya di Gang Asem, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung.

Insiden tragis tersebut dialami korban hingga harus mengantongi luka robek tajam dan menerima perawatan medis intensif berupa 18 jahitan di bagian leher sebelah kiri.

Aksi keji yang diduga diawali dengan pengintaian itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB ketika korban tengah terlelap di dalam kamar rumah kontrakannya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Bangkapos.com, korban seperti bermimpi dan menyadari lehernya telah mengalami luka dan bajunya berlumuran darah.

Ternyata luka yang dialami korban terlihat cukup panjang dan membekas pada bagian leher sebelah kiri.

Korban kemudian menjalani perawatan di RSUD Junjung Besaoh setelah dievakuasi dari kontrakannya.

Kondisi luka di bagian leher membuat korban harus mendapat tindakan medis berupa jahitan untuk menutup luka tersebut.

Berdasarkan foto yang diterima, luka tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 12 sentimeter dan tampak mendapat penanganan medis berupa 18 jahitan.

Korban mengenakan baju daster berwarna hijau lumut dengan motif pita terlihat dalam kondisi berlumuran darah.

Direktur RSUD Junjung Besaoh, dr Helen Sukendy turut membenarkan peristiwa nahas ini.

Mahasiswi tersebut tengah menjalani masa magang selama tiga bulan.

Kurang empat hari lagi masa magang mahasiswi tersebut selesai.

“Benar, korban ini merupakan mahasiswi magang,” katanya kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Jadwal & Rute Pawai Karnaval hingga PBB di Pangkalpinang, Sungailiat, Koba, Mentok, Toboali

Terduga pelaku diduga masuk ke dalam kontrakan melalui jendela setelah terlebih dahulu mengintip kondisi di dalam rumah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku diduga kerap berkeliling dan mengintai sejumlah warga sebelum akhirnya melakukan aksinya terhadap korban.

Peristiwa tersebut membuat suasana di sekitar kontrakan korban menjadi perhatian warga setelah teriakan meminta pertolongan terdengar pada dini hari.

Kurang dari 12 jam, Tim Buser Macan Selatan Satreskrim Polres Bangka Selatan menangkap terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Terduga pelaku diamankan di Desa Tiram ketika sedang bekerja sebagai pekerja buruh bangunan dan disebut telah berkeluarga di usianya 22 tahun.

Ketika digiring menuju ruang Satreskrim Polres Bangka Selatan pelaku hanya bisa tertunduk lesu.

Mengenakan baju kaos merek pupuk motif dan putih serta kedua tangan terborgol ke depan pelaku hanya bisa diam seribu bahasa.

Bahkan ketika difoto pelaku hanya bisa membelakangi kamera.

Sementara penyidik tampak menunjukan barang bukti berupa sebilah pisau yang dibungkus plastik bening.

Dari informasi awal yang diperoleh, aksi tersebut diduga dilakukan setelah pelaku mengkonsumsi minuman beralkohol jenis arak.

Pelaku disebut memiliki niat untuk melakukan tindakan asusila terhadap mahasiswi magang tersebut sebelum korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Diketahui pelaku merupakan warga setempat yang tempat tinggalnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat ini awak media masih melakukan upaya konfirmasi ke Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto. (Bangkapos.com/ Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.