TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kembali aktifnya rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara membawa angin segar bagi para pelaku usaha di Kota Bandung.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung meyakini, pulihnya konektivitas udara ini akan menjadi pengungkit instan bagi kebangkitan sektor kuliner, pusat oleh-oleh, dan UMKM lokal.
Kemudahan akses transportasi udara dinilai akan membuat mobilitas wisatawan serta pelaku usaha menuju Kota Kembang semakin cepat dan efisien.
Efek dominonya, para pelancong yang mendarat di jantung Kota Bandung dipastikan bakal langsung memadati berbagai destinasi wisata kuliner hingga sentra kerajinan khas Bandung.
Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, menegaskan bahwa ketersediaan sarana perhubungan merupakan trigger utama dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Baca juga: Kuliner Bandung: Menjelajahi Ragam Rasa Matcha Autentik, Dari Umami hingga Earthy
"Sektor kuliner atau UMKM itu ikut menggeliat. Kedua, para investor juga akan lebih cepat, mudah datang, dan berkeliling ke Kota Bandung," ujar Eric di Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).
Geliat pada sektor UMKM ini turut memperkuat tren positif realisasi investasi Kota Bandung yang pada semester I 2026 sudah menembus angka Rp6,4 triliun, didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 82 persen.
Dengan makin hidupnya Bandara Husein Sastranegara, Pemkot Bandung optimistis mampu mengejar target resmi investasi tahun 2026 sebesar Rp11,9 triliun hingga hidden target dari Pj Wali Kota sebesar Rp12 triliun. (*)