Mendagri Tito Dengarkan Keluhan Warga Nagekeo, dari Air Bersih hingga Kondisi Rumah
Mochammad Dipa August 18, 2026 08:50 PM

TRIBUNBEKASI.COM, NAGEKEO — Keluhan warga menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat rombongannya melintasi Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).

Rombongan Tito sempat dihentikan sejumlah warga, terutama para ibu, yang ingin menyampaikan langsung kondisi mereka setelah gempa.

Begitu Tito turun dari mobil, warga langsung menunjukkan kondisi rumah yang terdampak gempa sekaligus menyampaikan persoalan kebutuhan dasar yang masih dihadapi.

"Pak seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," ujar salah seorang warga.

Warga lainnya menyampaikan kondisi air yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ini keadaan air yang kami minum, Pak," sahut warga tersebut.

Mendengar keluhan itu, Tito meminta pemerintah daerah segera turun melakukan pendataan terhadap kondisi rumah warga. Pendataan dilakukan berdasarkan kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat.

"Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," ujar Tito.

Menurut Tito, pendataan tersebut penting karena menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah bagi warga terdampak gempa.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan stimulus perbaikan rumah dengan nilai bantuan mulai dari Rp15 juta hingga Rp70 juta sesuai tingkat kerusakan.

"Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," tuturnya.

Tito cek kondisi listrik warga

Selain menanyakan kondisi rumah dan air bersih, Tito juga memastikan layanan kelistrikan di kawasan tersebut telah kembali normal.

Ia sempat menanyakan kepada warga apakah listrik masih padam. Tito bahkan menyatakan siap meneruskan persoalan tersebut kepada Direktur Utama (Dirut) PLN apabila masih ada warga yang belum mendapatkan aliran listrik.

"[Listrik] hidup Pak sudah," jawab warga.

Setelah mendengarkan berbagai keluhan, Tito kemudian mencari Ketua RT setempat. Ia menitipkan bantuan sebesar Rp50 juta agar dapat dibagikan kepada warga.

"Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp50 (juta), bagi-bagi ya," kata Tito.

Tito memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan warga, terutama terkait pendataan kerusakan rumah dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascagempa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.