Petaka Selfie di Bibir Kawah: Hening Tanpa Gerak, Pendaki Belia Terperosok di Gunung Slamet
Budi Sam Law Malau August 18, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, ​BANYUMAS — Gunung Slamet, puncak tertinggi di Jawa Tengah itu kini menyisakan keheningan yang mencekam.

Sebuah swafoto (selfie) yang seharusnya menjadi kenang-kenangan manis justru berujung pada tragedi kelam.

M. Fahri Maulana, pendaki remaja berusia 16 tahun asal Sirampog, Brebes, terperosok ke dalam pekatnya kawah Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026) pagi.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini bermula sekitar pukul 09.00 WIB.

Fahri, yang diketahui mendaki melalui jalur Sawangan, Kabupaten Tegal, tengah mengabadikan momen di bibir kawah yang curam.

Namun, pijakan yang rapuh atau keseimbangan yang goyah disinyalir membuatnya tergelincir dan jatuh ke dasar kawah dengan kedalaman mencapai 30 hingga 50 meter.

Hening Tanpa Pergerakan

​Kabar jatuhnya Fahri pertama kali diterima oleh Tim SAR dari rekan basecamp Bosapala Sawangan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan insiden memilukan tersebut.

​Yang paling mengiris hati adalah kesaksian dari para pendaki lain yang berada di lokasi kejadian.

Tubuh remaja belia itu terlihat berada di kedalaman kawah yang curam, diam terkalang kabut.

​"Kondisi survivor secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan," ujar Budiono dengan nada prihatin.

Baca juga: Gunung Dukono Maluku Meletus, 3 Pendaki Tewas dan 17 Lainnya Terjebak, Dugaan Kelalaian Merebak

Berpacu Melawan Medan Ekstrem dan Gas Beracun

​Menyelamatkan nyawa di ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) bukanlah perkara mudah.

Kini, Tim SAR gabungan tengah berpacu dengan waktu, menembus medan vertikal yang ekstrem dengan segala risikonya.

​Para penyelamat tidak hanya berbekal tali dan peralatan evakuasi ketinggian (high angle rescue), tetapi juga wajib mengenakan alat bantu pernapasan (breathing apparatus).

Ancaman tak kasat mata berupa gas beracun yang kerap berhembus dari perut kawah Gunung Slamet menjadi rintangan mematikan yang harus diwaspadai oleh tim.

​"Saat ini tim telah bergerak ke lokasi. Semoga cuaca bersahabat dan tim diberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan dalam melakukan evakuasi," doa Budiono, yang kini turut diaminkan oleh keluarga korban dan seluruh pihak yang menanti keajaiban.

​Gunung Slamet, dengan segala kemegahannya, kembali memberi peringatan diam betapa rapuhnya manusia di hadapan alam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.