Jaga Sejarah dan Identitas, PTSBS Banten Sebut Tugu di Sumut Jadi Simbol Persaudaraan dan Identitas
Wahyu Aji August 18, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdirinya Tugu Parsadaan Toga Sihite dohot Boruna Sedunia (PTSBS) di Siunong-unong, Bakkara, Sumatera Utara, membangkitkan rasa persaudaraan keluarga besar Toga Sihite hingga ke tanah rantau.

Monumen tersebut dinilai bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas dan persatuan marga.

PTSBS merupakan organisasi paguyuban yang menghimpun seluruh keturunan Toga Sihite termasuk boru, yang berada di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri.

 

Selain mempererat tali persaudaraan, organisasi ini dibentuk untuk tujuan menjaga identitas dan pelestarian budaya adat Batak, hingga wadah sosial dan gotong royong.

Komitmen ini mencuat dalam agenda pelantikan Pengurus PTSBS Provinsi Banten periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sirdomas, Serang, Banten, Minggu (16/8/2026). 

Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) PTSBS, Salmon Sihite mengingatkan bahwa selesainya pembangunan tugu di Bakkara harus menjadi momentum penting untuk merajut kembali rasa memiliki terhadap sejarah dan leluhur.

“Karena Tugu PTSBS di Siunong-unong, Bakkara, sudah terwujud, maka kita patut bersyukur bersama. Pesta syukuran ini menjadi momentum kebersamaan dan rasa memiliki terhadap sejarah serta identitas keluarga besar Toga Sihite dan Boruna,” ujar Salmon, dikutip Selasa (18/8/2026).

Adapun dalam kegiatan ini, Ketua Umum PTSBS, Arnod Sihite melantik kepengurusan baru PTSBS Provinsi Banten yang ditandai dengan serah terima tongkat estafet kepengurusan dari pengurus lama, Aslin Sihite, kepada Kennedy Sihite. 

Dalam pidatonya, Kennedy memastikan bahwa seluruh keluarga besar Toga Sihite dan Boruna di Banten siap mengambil andil penuh.

“Kami mendukung apa yang disampaikan Pak Salmon Sihite. Karena Tugu PTSBS sudah berdiri, tentu kita patut bersyukur. PTSBS Banten siap ikut menyukseskan pesta syukuran tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur keluarga besar Toga Sihite dan Boruna,” kata Kennedy.

Bagi Kennedy, tugu di tanah leluhur tersebut adalah pengingat nilai-nilai persaudaraan yang tak boleh luntur oleh jarak perantauan.

“Ini bukan hanya tentang sebuah tugu, tetapi tentang sejarah, persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, kami siap mengambil bagian dalam pesta syukuran tersebut sesuai kemampuan kita,” ujarnya.

Usai dilantik, Kennedy juga menegaskan tekadnya untuk menjadikan organisasi sebagai rumah yang merangkul semua kalangan.

“Kami menerima amanah ini dengan penuh kerendahan hati dan tanggung jawab. Kepengurusan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh keluarga besar PTSBS. Mari kita bergandengan tangan dan terus menjaga PTSBS sebagai rumah bersama bagi seluruh Toga Sihite dan Boruna,” katanya.

Sebagai langkah konkret memperkuat soliditas hingga ke akar rumput, kepengurusan baru PTSBS Banten langsung melantik pengurus di tujuh sektor wilayah se-Provinsi Banten. 

Baca juga: Resmi Lantik Pengurus PTSBS Banten, Arnod Sihite Tekankan Soliditas dan Jaga Persaudaraan

Konsolidasi struktural ini disiapkan guna mengoptimalkan koordinasi, menjaga kebersamaan warga rantau, serta mengawal agenda pesta syukuran Tugu PTSBS di Bakkara hingga sukses terlaksana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.