TRIBUNNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) telah membubarkan diri setelah menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (18/8/2026).
BEM UI mencoba menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Namun, upaya massa aksi unjuk rasa dihalau aparat kepolisian.
Massa sempat tertahan di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, hingga akhirnya membubarkan diri secara tertib sekira pukul 18.00 WIB.
Sebelum aksi unjuk rasa dimulai, sebanyak 21 orang yang diduga perusuh diamankan oleh Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan perkembangan terkait 21 orang yang diamankan itu.
Budi menegaskan, pihaknya hingga kini masih melakukan pendalaman.
"Ini masih didalami, karena tadi malam dan tadi pagi ada 21 orang diamankan," ujarnya kepada awak media, Selasa, dilansir tayangan YouTube Kompas TV.
Dari hasil penggeledahan, tim preventive striker Polda Metro Jaya menyita barang bukti berupa flare hingga bahan pembuatan bom molotov.
Budi menegaskan, barang-barang berbahaya itu bisa berdampak pada diri sendiri dan orang lain.
"Petasan, flare, dan enam media botol yang akan digunakan untuk pembuatan molotov, ini masih dalam proses pendalaman," jelasnya.
Baca juga: Lagu Tanah Airku hingga Bella Ciao Akhiri Aksi Demo Mahasiswa UI di MH Thamrin
Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya mengatakan sejumlah orang yang diamankan bukan bagian dari massa mahasiswa.
Pihak kepolisian menduga mereka yang diamankan datang hanya untuk provokasi antara petugas keamanan dan peserta demo.
"Biasanya pada saat sudah diamankan, dilakukan preemptive education orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat," katanya usai apel pengamanan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa.
"Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum," jelas dia.
Sementara itu, polisi menangkap dua orang yang merupakan mahasiswa dan sopir ambulans saat demo yang digelar BEM UI di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa.
Budi mengatakan keduanya ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam dalam aksi demo tersebut.
"Dalam proses pelaksanaan aksi, ada temuan oleh Satgas Gakkum, ditemukan satu buah bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM, ini masih didalami."
"Yang satu lagi satu buah golok yang dibawa oleh sopir ambulans," kata Budi kepada wartawan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa malam.
Ia mengatakan pihaknya menyesalkan adanya hal tersebut padahal sebelumnya sudah mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tidak membawa senjata tajam.
Adapun pisau itu ditemukan dari tangan mahasiswa, sementara sebilah golok ditemukan di kursi penumpang samping sopir ambulans tersebut.
"Terkait golok ditemukan pada saat ada ambulans melintasi dicurigai digeledah ternyata ada (golok) di sebelah kursi dari pengemudi ambulans. Nah tujuannya apa membawa golok menggunakan ambulans," jelasnya.
Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa oleh massa mahasiswa dan elemen masyarakat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut disiapkan untuk mengamankan seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum maupun aktivitas masyarakat lainnya.
“Adapun personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” kata Budi usai apel pengamanan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa.
Personel yang diterjunkan terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Adapun Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Merebut Kemerdekaan" di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ketua FMN UI Axel Wirasakti mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya pada Juni 2026.
"FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali, 18 Agustus 2026," kata Axel dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Selasa (18/8/2026).
Menurut Axel, mahasiswa masih membawa tuntutan yang sama, yakni mendesak pemerintah memenuhi sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan rakyat.
Salah satu tuntutan yang disuarakan yakni penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
(Tribunnews.com/Nuryanti/Reynas Abdila/Alfarizy Ajie Fadhillah/Abdi Ryanda Shakti)