Polimarim AMI Makassar Catat Sejarah, 29 Taruna Lolos Magang Industri di Taiwan
Saldy Irawan August 18, 2026 11:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejarah baru tercatat di Kampus Biru Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar.

Sebanyak 29 taruna resmi diberangkatkan untuk mengikuti program magang industri internasional di Taiwan.

Program ini menjadi langkah perdana institusi pendidikan maritim tersebut mengirim taruna secara terorganisir ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri global.

Para taruna terpilih setelah melewati rangkaian seleksi ketat, mulai dari kesiapan fisik hingga kelengkapan administrasi.

Mereka kemudian dinyatakan memenuhi standar perusahaan mitra Taiwan, HCT Logistics atau Hsinchu Logistics, salah satu perusahaan jasa transportasi dan logistik terbesar di negara tersebut.

HCT Logistics memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1938.

Perusahaan ini bergerak dalam layanan transportasi domestik dan internasional, pergudangan, distribusi barang ritel, hingga pengiriman untuk sektor perdagangan elektronik atau e-commerce.

Pelepasan 29 taruna berlangsung di Aula Kampus Polimarim AMI Makassar, Jalan Nuri, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi institusi yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi bidang kemaritiman di kawasan Indonesia Timur.

Acara pelepasan dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultanbatara yang diwakili Kepala Bagian Umum Syahruddin ST MT bersama Direktur Polimarim AMI Makassar Dr Ir Amrin SE ST MT MM MAP CRP CIQA.

Turut hadir Wakil Direktur IV Polimarim AMI Makassar, Dr Ir Anwar Tahir ST MT MM IPM ASEAN Eng, tiga guru besar, para wakil direktur, ketua program studi, serta jajaran sivitas akademika Polimarim AMI Makassar.

Buka Jalan ke Panggung Global

Direktur Polimarim AMI Makassar, Dr. Amrin, menyebut keberangkatan 29 taruna ke Taiwan sebagai pencapaian besar bagi institusi.

Menurut dia, program tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi harus mampu membuka akses bagi mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Ia mengapresiasi inisiatif Wakil Direktur IV yang mendorong kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan kapasitas Polimarim AMI ke dunia luar.

“Ini merupakan awal dari perjalanan institusi kita ke depan. Setelah pengiriman gelombang pertama ini akan ada lagi yang menyusul dengan target lebih besar di masa mendatang,” ujar Amrin.

Ia menilai program tersebut bukan sekadar kesempatan memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter taruna sebagai calon tenaga profesional di sektor maritim dan logistik.

Kepada para taruna yang akan menjalani magang selama enam bulan, Amrin berpesan agar mereka menjaga sikap, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menunjukkan kinerja terbaik.

“Kalian adalah ujung tombak yang mewakili lembaga secara resmi. Jangan sekali-kali melanggar aturan yang diterapkan oleh negara dan perusahaan. Perlihatkan disiplin dan tanggung jawab. Jaga nama baik institusi serta bangsa,” katanya.

Amrin mengungkapkan bahwa pengiriman taruna secara terstruktur ke perusahaan luar negeri merupakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan Polimarim AMI.

“Dulu kita mengirim kadet, tetapi mereka berpencar. Untuk yang kita lakukan sekarang belum pernah terjadi. Ini merupakan momen yang sangat berharga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah IX Sultanbatara, Syahruddin, menilai program magang internasional memiliki nilai strategis karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dunia kerja secara langsung.

Menurut dia, tantangan lulusan perguruan tinggi saat ini tidak lagi terbatas pada persaingan nasional, melainkan sudah memasuki arena global.

“Kalian berangkat ke luar negeri dengan membawa nama keluarga, institusi bahkan negara. Jangan pulang dari Taiwan hanya membawa sertifikat magang. Tetapi bawa keterampilan, jejaring, dan cara pandang dunia kerja yang mengglobal,” kata Syahruddin.

Ia menambahkan, Taiwan merupakan salah satu negara dengan perkembangan industri yang maju, termasuk sektor teknologi dan kemaritiman.

Karena itu, para taruna diminta tidak hanya menjalankan tugas magang, tetapi juga aktif mempelajari sistem kerja yang dapat diterapkan di Indonesia.

“Kalau ada sesuatu yang lebih maju, tanyakan. Pikirkan apa yang bisa diterapkan di negara kita,” ujarnya.

Syahruddin menekankan bahwa kemampuan akademik memang penting, tetapi karakter menjadi faktor utama yang dinilai dalam lingkungan kerja internasional.

“Di negeri orang kemampuan akademik diuji, tetapi karakter lebih banyak diperhatikan. Jaga disiplin, kesantunan, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut membuat para taruna kembali ke kampus dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Syahruddin juga mendorong agar program magang industri dapat diintegrasikan sebagai bagian dari sistem pembelajaran dan memperoleh pengakuan dalam bentuk satuan kredit semester (SKS). Dengan demikian, pengalaman industri menjadi bagian resmi dari proses pendidikan vokasi.

Gelombang Kedua ke Evergreen Marine 

Lebih lanjut, Anwar Tahir dalam laporannya menyampaikan bahwa 29 taruna akan menjalani magang industri selama enam bulan di Taiwan.

Para peserta dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada 20 Agustus 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Taiwan setelah melalui proses transit.

Menurut Anwar, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan fisik serta memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh perusahaan mitra.

“Taruna yang mengikuti magang industri ini telah melakukan uji fisik serta memenuhi kelengkapan administrasi yang ditetapkan dan dinyatakan layak oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polimarim AMI Makassar dan LLDikti Wilayah IX Sultanbatara sebagai bagian dari penguatan kompetensi lulusan vokasi.

Anwar mengungkapkan, keberangkatan ke Taiwan tidak berhenti pada gelombang pertama. Program serupa akan kembali dilaksanakan melalui gelombang kedua yang direncanakan berlangsung bulan berikutnya.

Untuk gelombang kedua, sebanyak 19 taruna telah mendaftarkan diri. Mereka akan mengikuti program magang di perusahaan Taiwan lainnya, yakni Evergreen Marine Corporation.

Evergreen Marine Corporation merupakan salah satu perusahaan pengapalan dan transportasi petikemas terbesar di Taiwan.

Perusahaan yang berkantor pusat di Distrik Luzhu, Taoyuan, itu memiliki armada lebih dari 200 kapal dan melayani jalur pelayaran global di lima benua.

Anwar berharap para taruna yang mengikuti program berikutnya dapat mempersiapkan diri lebih baik, terutama dalam aspek disiplin dan karakter.

“Banyak yang ingin magang di perusahaan ini. Karena itu perbaiki diri selama di sana. Jaga disiplin, tunjukkan karakter yang baik. Tidak tertutup kemungkinan setelah magang, Anda akan direkrut menjadi tenaga kerja mereka,” ujarnya.

Bagi Polimarim AMI Makassar, pengiriman taruna ke Taiwan menjadi tonggak baru dalam perjalanan institusi.

Program ini tidak hanya membuka peluang kerja internasional, tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi maritim Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.

Polimarim AMI saat ini masih membuka penerimaan taruna dan taruni baru tahun akademik 2026–2027 yang terbuka hingga 30 September 2026. 

Kampus itu menawarkan sembilan program studi pada jenjang diploma tiga, sarjana terapan, dan magister terapan di bidang pelabuhan, logistik, nautika, permesinan kapal, transportasi laut, serta bisnis maritim.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui sistem penerimaan Polimarim atau langsung di kampus setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–16.00 Wita.

Adapun program studi yang berkesempatan magang industry di Taiwan, dikhususkan untuk Prodi D3 Manajemen Logistik, D3 Manajemen Pelabuhan, D4 Bisnis Logistik Maritim dan D4 Transportasi Laut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.