Nas and Sons Biliar & Cafe Warnai Sektor Hiburan Banda Aceh, Usung Konsep Biliar Syariah
Eddy Fitriadi August 19, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Nas and Sons Biliar & Cafe hadir mewarnai sektor hiburan di Kota Banda Aceh dengan membawa konsep biliar yang mengedepankan olahraga, hiburan, silaturahmi, sekaligus nilai-nilai syariah.

Berada di kawasan Peunayong, Banda Aceh, tempat biliar dan kafe yang mengusung tagline “Biliar Syariah”.

Naswardi atau Didi dan Nasriadi, dua bersaudara selaku owner dalam wawancara dengan media menyampaikan, pemilihan Peunayong bukan tanpa alasan. Menurut owner Nas and Sons Biliar and Cafe, kawasan tersebut selama ini telah dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan lifestyle di Banda Aceh, termasuk sebagai kawasan yang sudah menerima keberadaan tempat hiburan seperti biliar.

Naswardi mengatakan, kehadiran Nas and Sons sekaligus menjadi upaya untuk mengubah stigma negatif terhadap olahraga biliar.

“Saya pemain biliar dari 1990, dulu saya akui biliar ada negatifnya. Tapi sekarang biliar sudah jadi lifestyle, tempat hiburan keluarga, kumpul-kumpul kerabat, seru-seruan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Nas and Sons ingin ikut meramaikan dunia hiburan biliar di Banda Aceh dengan konsep yang berbeda.

Dalam pengelolaannya, Nas and Sons menggandeng Emway Manajemen yang dinilai telah berpengalaman dalam mengelola usaha biliar sekaligus memiliki konsep manajemen yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. “Kita gandeng, mereka punya cara, kita punya konsep,” kata Naswardi.

Konsep tersebut diwujudkan melalui sejumlah aturan di dalam tempat usaha. Nas and Sons menerapkan prinsip biliar tanpa judi serta berusaha menciptakan suasana yang ramah bagi keluarga.

Berbeda dari tempat biliar pada umumnya yang menggunakan meja berukuran 7 feet, Nas and Sons menyediakan meja 9 feet.

Total terdapat 25 meja biliar, terdiri dari 24 meja reguler dan satu meja VIP. Tarif bermain dipatok Rp60 ribu per jam untuk meja biasa dan satu meja dapat digunakan hingga empat orang.

Nas and Sons juga menerapkan kawasan tanpa rokok di area permainan. Ruang khusus merokok disediakan di setiap lantai sehingga pengunjung yang datang bersama keluarga tetap merasa nyaman.

Konsep syariah juga terlihat dari fasilitas ibadah yang tersedia. Setiap lantai dilengkapi mushala, sementara toilet laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Selain itu, speaker tersedia di seluruh lantai. Ketika memasuki waktu salat, azan akan dikumandangkan melalui speaker di seluruh area dan musik dihentikan.

Aktivitas biliar juga dihentikan pada setiap waktu shalat. Pada sore hari, tempat tersebut tutup sekitar pukul 18.00 WIB dan kembali dibuka sekitar pukul 19.30 WIB.

Bangunan Nas and Sons terdiri dari empat lantai. Tiga lantai digunakan sebagai area biliar, sedangkan lantai paling atas menjadi kafe rooftop. Dari rooftop tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan kawasan Peunayong hingga pegunungan di kejauhan.

Untuk menambah pilihan hiburan, live music juga digelar setiap Sabtu dan Minggu. Mereka juga menyediakan ruang VIP yang dilengkapi meja biliar khusus, sofa dan PlayStation.

Nas and Sons menegaskan tetap terbuka dan merangkul semua kalangan. Tempat tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lokasi hiburan, tetapi juga sebagai ruang olahraga dan pembinaan bagi masyarakat yang ingin serius menekuni biliar. “Kita rangkul pemain pemula. Kita ingin bina atlet, karena Aceh masih sedikit atlet biliar,” ujarnya.

Nas and Sons berharap dari tempat tersebut nantinya dapat lahir atlet-atlet biliar baru dari Aceh.

Pihak Manajemen Emway, Reza Zahran, mengatakan pemain pemula tidak perlu merasa malu untuk datang dan belajar biliar. “Pemula jangan malu, akan kami ajarkan bermain dengan baik,” kata Reza.

Menurutnya, Emway Manajemen memiliki kurikulum praktis yang dapat membantu pemula memahami teknik dasar hingga cara bermain biliar dengan benar. “Kita miliki kurikulum, praktis. Kita kasih materi. Semua orang bisa main biliar, jangan malu tanya cara main,” ujarnya.

Baca juga: Ketum Pengprov POBSI Aceh Sebut Biliar Lebih Populer dari Sepak bola

Manajemen juga berencana menggelar turnamen khusus pemula sebagai wadah bagi pemain baru untuk mengasah kemampuan sekaligus mencari bibit atlet.

Dengan konsep tersebut, biliar diharapkan tidak lagi dipandang sebagai olahraga yang eksklusif. “Biliar tak lagi eksklusif,” kata Reza.

Nas and Sons Biliar and Cafe beroperasi pada hari kerja mulai pukul 11.00 WIB hingga 02.00 WIB. Sementara pada akhir pekan, jam operasional berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 03.00 WIB. Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, karyawati perempuan bertugas hingga pukul 23.00 WIB. Saat ini, Nas and Sons mempekerjakan sekitar 32 karyawan.

Selain area biliar, pengunjung juga dapat menikmati kafe dengan konsep estetik yang berada di rooftop. Sejumlah menu kopi tersedia, termasuk kopi signature yang menjadi salah satu menu best seller.

Kehadiran Nas and Sons diharapkan tidak sekadar menambah pilihan tempat hiburan di Banda Aceh, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersilaturahmi dan mengembangkan bakat di bidang biliar dalam suasana yang nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan di Aceh.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.