Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Proses pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai memasuki tahap pendaftaran. Hingga Rabu pagi, sudah dua kandidat telah resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pemilihan rektor.
Baca juga: Komitmen Panitia Pemilihan Rektor Unila, Tolak Gratifikasi dan Intervensi
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa dua kandidat yang telah mendaftar berasal dari lingkungan akademik Unila.
Kandidat pertama adalah Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang mendaftarkan diri pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, kandidat kedua adalah Dr. Budiono, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum yang menyerahkan pendaftaran pada Rabu sekitar pukul 09.05 WIB. Keduanya datang dengan didampingi tim masing-masing.
“Sejak dibuka sampai hari ini baru dua kandidat yang mendaftar,” ujar Prof. Muhammad Akib saat ditemui di sekretariat panitia di lantai 3 gedung Rektorat Unila Rabu (19/8/2026).
Meski baru dua kandidat yang mendaftar, panitia memastikan kesempatan masih terbuka luas. Pendaftaran calon rektor dijadwalkan berlangsung hingga 4 September 2026.
Panitia berharap semakin banyak putra-putri terbaik yang ikut mengambil bagian dalam kontestasi tersebut.
“Prinsipnya kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik, apakah alumni Unila atau alumni di luar Unila, apakah dari instansi Unila atau instansi di luar Unila,” katanya.
Selain meningkatkan partisipasi kandidat, panitia juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas proses pemilihan.
Akib berharap seluruh tahapan berlangsung tertib, lancar, transparan, dan berintegritas.
Ia secara khusus mengingatkan para kandidat agar menghindari kampanye hitam maupun kampanye negatif selama proses pemilihan berlangsung.
“Kami berharap semua calon fair, tidak melakukan kampanye-kampanye hitam atau black campaign atau negative campaign,” tegasnya.
Menurut Akib, nantinya setelah pemilihan rektor Unila usai, seharusnya tidak berujung pada perpecahan di lingkungan kampus.
Setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen dan pendaftar yang belum terpilih diharapkan kembali bersatu untuk membawa Universitas Lampung tersebut maju.
“Setelah selesai Pilrek ini semoga tidak saling terpecah. Unila satu, Unila maju ke depan,” ujarnya.
Untuk mendukung proses pendaftaran, sekretariat panitia dibuka mulai pukul 08.00 hingga sekitar 16.00 WIB pada hari kerja.
Panitia juga menerapkan sistem yang fleksibel dalam menerima kedatangan kandidat.
Jika tim calon telah menginformasikan jadwal kedatangan sebelumnya, panitia akan menyiapkan petugas untuk melakukan penerimaan dan verifikasi berkas.
Dalam setiap proses verifikasi, terdapat dua petugas yang disiapkan, yakni satu orang dari unsur dosen dan satu orang dari tim pendukung dari unsur tenaga kependidikan.
Akib menjelaskan, fleksibilitas tersebut dilakukan agar proses pendaftaran tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas akademik para anggota panitia.
Bagi kandidat yang hendak mendaftar menjadi calon rektor Universitas Lampung, panitia juga mensyaratkan kesiapan sejumlah dokumen, termasuk visi dan misi.
“Sudah harus memiliki dokumen pendaftaran lengkap, dan visi-misi,” kata Akib ketika ditanya mengenai persyaratan tersebut.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat sejumlah persyaratan dan formulir yang harus dipenuhi kandidat. Informasi lengkap mengenai persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Unila.
Dengan waktu pendaftaran yang masih terbuka hingga 4 September, panitia masih menunggu munculnya kandidat-kandidat lain.
Bursa calon Rektor Unila periode 2027–2031 pun dipastikan masih akan berkembang dalam beberapa pekan ke depan.
Masyarakat kampus kini menanti siapa saja figur lain yang akan ikut bersaing memperebutkan kursi pimpinan universitas untuk periode mendatang.
(Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)