TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengelola pokok dana abadi mencapai sekitar Rp195,8 triliun.
Dana dikelola untuk mendukung berbagai layanan.
Mulai dari beasiswa pendidikan, riset dan inovasi, pengembangan perguruan tinggi hingga kebudayaan.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr Ayom Widipaminto, mengatakan LPDP memiliki layanan pendanaan pendidikan sekaligus mengelola berbagai sumber daya lainnya.
Salah satu layanan terbesar LPDP adalah program beasiswa yang setiap tahunnya menjangkau sekitar 4.000 hingga 5.000 mahasiswa program magister dan doktoral.
"Kami saat ini mengelola pokok dana abadi itu Rp195,81 triliun. Dengan dana imbalan tiap tahun, kalau diambil 6 persen ada Rp12 triliun tiap tahun dibelanjakan," kata Dr Ayom dalam Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) di Hotel Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Tamalanrea, Makassar pada Rabu (19/8/2026).
Sekitar Rp10 triliun hingga Rp11 triliun dialokasikan khusus untuk beasiswa.
Baca juga: Di Depan Ketua KPK, Dirut LPDP dan Rektor UT, Deng Ical Ungkap Cyber Security di SMP 1 Bajeng
Sementara sekitar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun digunakan untuk mendukung layanan riset perguruan tinggi maupun kebudayaan.
Ayom menyebut, dana abadi yang dikelola LPDP mencapai sekitar Rp195,81 triliun terdiri atas beberapa pos
Dana Abadi Pendidikan, termasuk dana abadi pesantren, sekitar Rp163 triliun.
Dana Abadi Pendidikan SUGar (Sekolah Unggul Garuda) sekitar Rp1,6 triliun.
Dana Abadi Penelitian sekitar Rp13,9 triliun.
Dana Abadi Perguruan Tinggi sekitar Rp11 triliun.
Dana Abadi Kebudayaan sekitar Rp6 triliun.
"Di dalamnya ada dana abadi pesantren. Kemudian dana abadi pendidikan SUGar (Sekolah Unggul Garuda) ini sedang ditabung untuk sekolah unggulan garuda, saat ini Rp1,6 triliun," jelasnya.
Berdasarkan data kinerja layanan LPDP periode 2013 hingga 2026, Dana Abadi Pendidikan (DAP) khusus dari LPDP telah memberikan beasiswa kepada 61.284 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari penerima beasiswa degree S2 sebanyak 44.012 orang dan S3 sebanyak 13.159 orang.
Selain itu, terdapat 534 penerima beasiswa non-degree serta 3.577 penerima program pendidikan dokter spesialis.
LPDP juga mencatat penerima beasiswa melalui program kolaborasi dengan kementerian.
Sebanyak 583.561 orang menerima beasiswa hasil kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sementara itu, kolaborasi bersama Kementerian Agama telah memberikan manfaat beasiswa kepada 42.160 orang.
Tak hanya pendidikan, LPDP juga mengalokasikan dana abadi untuk mendukung riset dan inovasi.
Melalui program Dana Alokasi Penelitian, LPDP telah menyelesaikan sebanyak 4.718 proyek penelitian.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena ribuan penelitian lainnya masih dalam proses pelaksanaan.
Di sektor perguruan tinggi, LPDP telah melibatkan 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Khusus periode 2023 hingga 2026, program tersebut menghasilkan 8.237 publikasi, menghadirkan 1.004 visiting professor, melibatkan 7.437 mahasiswa dalam program student exchange, serta menyelenggarakan 734 summer course.
Sementara itu, dana abadi kebudayaan juga telah memberikan manfaat kepada ribuan penerima.
Tercatat sebanyak 3.754 beneficiaries mendapatkan manfaat melalui berbagai bentuk kegiatan kebudayaan.
Penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai kelompok, mulai dari individu, komunitas hingga lembaga.
Program dana abadi kebudayaan juga mencakup dukungan terhadap pelaku budaya, kegiatan teknis, serta berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Ayom menegaskan pengelolaan dana abadi tersebut diarahkan pada pembiayaan pendidikan, riset, penguatan perguruan tinggi dan pengembangan kebudayaan.
Forum ini juga dihadiri Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad serta Deputi Bidang Fasilitasi Penerapan dan Transformasi Badan Industri Mineral Dr Agung Budiwibowo
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz