TRIBUNMANADO.CO.ID - Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen DanceSport Sulawesi Utara pada Kejurnas XVI/2026 DanceSport di Grand Rasamala, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta, 14-16 Agustus 2026.
Sebanyak 39 atlet Sulawesi Utara (Sulut) dari enam kabupaten/kota tampil menghadapi atlet dari 27 provinsi.
Hasilnya, kontingen Nyiur Melambai sukses membawa pulang 23 medali, masing-masing empat emas, enam perak dan 13 perunggu.
Selain itu, atlet Sulut juga mencatatkan lima Harapan I, delapan Harapan II dan tiga Harapan III.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Utara, Audi Pangemanan, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah membawa nama Sulut bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Sulawesi Utara, termasuk DanceSport, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
"Ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet Sulawesi Utara memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional. Tentunya prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan," ujar Audi Rabu (19/8/2026)
Ia menilai, keberhasilan meraih 23 medali bukan hanya soal jumlah penghargaan yang dibawa pulang, tetapi juga menjadi gambaran dari proses pembinaan yang telah berjalan.
Audi mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya dengan memberikan ruang bagi atlet muda untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding.
"Yang paling penting adalah pembinaan berkelanjutan. Atlet yang sudah berprestasi harus dipertahankan, sementara atlet-atlet muda harus terus diberikan kesempatan untuk berkembang," katanya.
Bukan Hanya soal Medali
Dalam Kejurnas XVI/2026, tidak semua dari 39 atlet Sulut berhasil membawa pulang medali.
Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari proses panjang dalam olahraga prestasi.
Bagi atlet yang meraih emas, keberhasilan tersebut menjadi tantangan untuk mempertahankan prestasi.
Sementara peraih perak dan perunggu masih memiliki peluang untuk meningkatkan pencapaian pada kejuaraan berikutnya.
Begitu pula atlet yang belum mendapatkan medali.
Pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal penting untuk kembali berlatih dan memperbaiki kekurangan.
Audi menegaskan, pemerintah tidak ingin pembinaan berhenti setelah satu kejuaraan.
"Setiap pertandingan harus menjadi bahan evaluasi. Yang menang jangan cepat puas, yang belum berhasil jangan menyerah. Semua harus kembali berlatih dan mempersiapkan diri lebih baik," ujarnya.
Menurut Audi, salah satu hal penting dalam membangun prestasi olahraga adalah memastikan proses regenerasi berjalan.
Atlet usia muda yang telah mendapatkan pengalaman tampil di Kejurnas perlu terus dibina agar memiliki mental dan kemampuan yang semakin matang.
"Regenerasi sangat penting. Kita harus menyiapkan atlet-atlet muda yang nantinya bisa menjadi penerus dan membawa nama Sulawesi Utara di tingkat nasional bahkan lebih tinggi," katanya.
Capaian empat emas, enam perak dan 13 perunggu di Jakarta pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan DanceSport Sulut.
Kejurnas telah selesai, tetapi pekerjaan berikutnya justru dimulai.
Evaluasi, peningkatan kualitas latihan, penguatan fisik dan mental serta penambahan jam terbang harus terus dilakukan.
Audi berharap para atlet tidak menjadikan capaian di Jakarta sebagai titik akhir.
"Jadikan prestasi ini sebagai motivasi. Kita ingin atlet Sulawesi Utara terus berkembang dan semakin banyak yang mampu berdiri di podium pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya," ujarnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung visi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pemuda dan olahraga.
(TribunManado.co.id/Ren)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK