TRIBUNNEWS.COM - Karies atau gigi berlubang pada anak tidak boleh dianggap sepele.
Meski gigi yang terdampak merupakan gigi susu dan nantinya akan tanggal, kondisi tersebut tetap perlu dirawat agar tidak menimbulkan rasa sakit maupun mengganggu kebutuhan nutrisi anak.
Dokter Gigi Klinik APIC, drg. Nadya Cita Bella, menjelaskan bahwa orang tua perlu memberikan perhatian lebih ketika anak belum dapat segera dibawa ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.
Salah satu hal yang penting dilakukan adalah memastikan tidak ada sisa makanan yang menempel di area gigi berlubang.
"Di rumah harus menjaga supaya di area lubang itu enggak ada sisa makanan yang tertempel. Karena kalau ada sisa makanan yang tertempel, pasti lebih gampang lubang itu meluas," ujar drg. Nadya kepada jurnalis TribunHealth.com, Ahmad Nur Rosikin, dalam wawancara program MOMSPIRATION di Kantor Tribunnews Solo, Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Untuk mengurangi risiko sisa makanan masuk dan menempel di lubang gigi, orang tua dapat membatasi makanan yang memiliki tekstur lengket, terutama makanan manis.
Menurut drg. Nadya, makanan dengan tekstur lengket cenderung lebih sulit dibersihkan, bahkan pada orang dewasa.
Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan yang lebih besar ketika terjadi pada anak-anak.
"Orang dewasa aja yang jenisnya lengket sulit banget buat dibersihin. Apalagi di anak-anak," katanya.
Karena itu, orang tua perlu ikut membantu menjaga kebersihan gigi anak, terutama jika sudah terdapat tanda-tanda gigi berlubang.
Baca juga: Kenali Tanda Awal Karies dari White Spot, Jangan Tunggu Gigi Anak Berlubang
Karies yang dibiarkan berkembang dapat menyebabkan lubang semakin besar dan akhirnya menimbulkan rasa sakit.
Ketika gigi terasa sakit, anak bisa menjadi tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan.
Padahal, asupan makanan yang cukup sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Jika anak terus-menerus tidak mau makan akibat sakit gigi, kebutuhan nutrisi hariannya dapat ikut terganggu.
"Kalau misalnya udah berlubang besar, kalau misalnya sakit pasti enggak nyaman buat anaknya. Kalau udah sakit enggak mau makan. Kalau enggak mau makan, nutrisinya buat tumbuh kembangnya kan juga turun," jelas drg. Nadya.
Orang tua juga perlu waspada apabila gigi berlubang sudah menunjukkan tanda infeksi.
Dalam kondisi tersebut, anak tetap perlu dibawa ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Drg. Nadya mengingatkan agar orang tua tidak menganggap gigi susu yang berlubang tidak perlu dirawat hanya karena nantinya akan digantikan oleh gigi permanen.
"Kalau misalnya sudah ada lubang dan terjadi infeksi, tetap harus dibawa ke dokter gigi," tegasnya.
Menurutnya, penanganan gigi yang bermasalah juga penting agar anak tetap dapat makan dengan nyaman sehingga kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
Dengan demikian, anggapan bahwa gigi susu yang berlubang boleh dibiarkan karena nantinya akan tanggal sebaiknya dihindari.
Selama gigi tersebut masih berada di dalam mulut dan digunakan anak untuk makan, kebersihan serta kesehatannya tetap perlu dijaga.
Peran orang tua sangat penting, baik dalam membantu menjaga kebersihan gigi, membatasi makanan yang mudah menempel, maupun mengenali tanda ketika anak membutuhkan pemeriksaan dokter gigi.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)