Ketua Dewan Pers: Minat Baca Rendah, Rakyat Kita Sudah Malas Mikir
Choirul Arifin August 19, 2026 04:20 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini sangat enggan membaca buku dan lebih menyukai budaya gosip yang sensasional. 

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pandangan dalam acara peluncuran dan bedah buku karya mantan Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri berjudul "Menata Ulang Reformasi" di Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Orang sekarang itu enggan baca buku. Enggan sekali baca buku. Tapi orang lebih tertarik, senang mendengarkan. Jadi budaya masyarakat kita itu bukan lagi budaya tulis-baca, budaya gosip ngomong yang sensasional," kata Komaruddin.

Sebagai Ketua Dewan Pers yang rutin mengamati dinamika media sosial, Komaruddin menyoroti rendahnya kualitas wacana sosial masyarakat saat ini. 

Menurut mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini, konten-konten yang mengedepankan substansi justru sepi peminat.

Ia membandingkan akun-akun YouTube yang berbobot, seperti milik pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti, yang jumlah pengikutnya tidak seberapa dibandingkan akun-akun penyebar sensasi.

"Kalau follower-nya itu penuh gosip yang enggak usah mikir, yang sensasional, nah itu banyak. Tapi kalau diajak mikir, rakyat kita sudah malas mikir," ujar Komaruddin.

Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Orang Tua Juga Perlu Baca Buku Anak

Komaruddin menyampaikan saran agar gagasan-gagasan besar di dalam buku "Menata Ulang Reformasi" diadaptasi ke dalam format kekinian.

Ia menyarankan agar Kiki Syahnakri dan tim memotong atau membocorkan (spill) isi buku tersebut sedikit demi sedikit ke media sosial.

"Andaikan buku ini di-spill dikit-dikit misalnya Pak Kiki membuat satu kutipan-kutipan rekaman satu menit saja, ini menjadi berapa topik? Itu akan lebih tersebar ke mana-mana," tutur Komaruddin.

Baca juga: Dul Jaelani Menyesal Pernah jadi Sosok yang Terlalu Serius: Orang Nongkrong, Gue Baca Buku

Ia meyakini, buku tersebut memiliki isi yang sangat bagus dan relevan dengan kondisi bangsa. Oleh karena itu, cara penyampaiannya harus diubah agar bisa diterima oleh masyarakat luas.

"Jadi bagaimana ini di-spill di media sosial menjadi satu gebrakan, menggerakkan ya, gerakan ini dan menggerakkan ide dan kesadaran masyarakat," imbuh Komaruddin. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.