TRIBUNBENGKULU.COM - Baru empat menit mengirim pesan meminta izin, foto mantan anggota JKT48 Cindy Gulla sudah keburu dipakai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Cindy yang kini aktif sebagai pelari jarak jauh dan pegiat trail run pun langsung mempertanyakan tindakan tersebut.
Pasalnya, saat foto itu diunggah, Cindy mengaku belum sempat membuka, apalagi membalas pesan dari pihak Kemenpora.
“Belum jg dibales, uda dipake aja fotonyaa. Aku gak ikut race ini ya gais,” tulis Cindy melalui Threads pribadinya @cgulla, dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (19/8/2026).
Cindy kemudian menunjukkan tangkapan layar pesan dari akun Kemenpora yang masuk sebelum foto tersebut digunakan.
Dalam pesan itu, Kemenpora meminta izin menggunakan foto Cindy untuk kebutuhan publikasi edukasi mengenai olahraga lari di akun Instagram @kemenpora dan @merdekarun_indonesia.
Pihak Kemenpora juga menyebut foto tersebut akan digunakan untuk kepentingan edukasi dan informasi publik, bukan untuk tujuan komersial.
“Halo Kak Cindy, izin menghubungi.
Kami dari Kemenpora ingin memohon izin untuk menggunakan foto Kak Cindy untuk kebutuhan publikasi edukasi mengenai olahraga lari di kanal media sosial @kemenpora dan @merdekarun_indonesia,” tulis akun Kemenpora.
Namun, menurut Cindy, foto yang dimaksud justru sudah muncul di media sosial hanya beberapa menit setelah pesan tersebut dikirim.
“Beda 4 menit, langsung tayang? Ga pernah di interview kemenpora pdhl,” tulisnya.
Cindy tak hanya mempersoalkan soal izin penggunaan foto.
Ia juga meluruskan informasi mengenai dirinya yang digunakan dalam publikasi tersebut.
Cindy menegaskan bahwa dirinya tidak mengikuti race yang dipromosikan dalam unggahan tersebut.
Ia juga mengatakan tidak pernah diwawancarai Kemenpora terkait event maupun materi publikasi itu.
Yang membuatnya semakin kecewa, Cindy menilai foto tersebut pada akhirnya bukan sekadar digunakan sebagai materi edukasi olahraga lari seperti yang disampaikan dalam pesan permintaan izin.
Menurut Cindy, fotonya justru digunakan untuk mempromosikan event lari.
“Aku cinta banget sama Indonesia,” tulis Cindy.
Ia mengatakan kecintaannya terhadap Indonesia selama ini juga ditunjukkan ketika mengikuti berbagai perlombaan lari di luar negeri.
“Bahkan tiap race di luar negri, selalu berusaha untuk menunjukan sisi Indonesia dengan pakai baju Batik / pun kebaya,” lanjutnya.
Karena itu, Cindy mengaku kecewa ketika fotonya digunakan tanpa persetujuan dan untuk kepentingan yang menurutnya berbeda dari alasan yang disampaikan saat meminta izin.
“Tapi kalau foto aku dipake tanpa izin dan bilangnya utk edukasi ternyata malah promosi event lari bahkan oleh kemenpora… jujur kecewaa,” tulis Cindy.
Cindy juga mengaku tidak mengetahui adanya event lari tersebut.
Bahkan, ia mengatakan tidak pernah mendapat undangan untuk mengikuti perlombaan yang fotonya kemudian digunakan dalam publikasi.
“Aku pun tidak tau menau tentang race ini. Diundang pun enga,” tulisnya.
Unggahan Cindy kemudian ramai mendapat respons dari netizen.
Sejumlah netizen menyayangkan langkah Kemenpora yang disebut meminta izin setelah foto sudah digunakan.
“Seharusnya malu, minta maaf, dan take down postingannya sih. Ini malah minta izin setelah di-post, itupun karena ketauan dan kena tegur pemilik foto,” tulis seorang netizen.
Netizen lain mempertanyakan mengapa Kemenpora tidak membuat dokumentasi sendiri untuk kebutuhan publikasi event.
“Event lari sekelas daerah aja cari model yg beneran anak runners dan dibayar untuk take foto. Masa sekelas event kemenpora mental gratisan?” tulis netizen.
Ada pula yang menyoroti foto Cindy disebut berasal dari ajang Maybank Marathon, sementara digunakan untuk publikasi Merdeka Run.
“Si admin main comot foto orang maybank marathon, padahal untuk merdeka run,” tulis netizen.