Maestro Erikxon Kindewara Terus Berkarya, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Papua
Hans Arnold Kapisa August 19, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Seniman sekaligus pencipta Tari Perdamaian dari Suku Arfak dan Tari Pangkur Sagu, Erikxon Frits Kindewara, mendorong generasi muda Papua untuk aktif menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui karya seni tari.

Langkah ini diambil Erik di tengah derasnya arus modernisasi yang dinilai kian memengaruhi gaya hidup serta pola pikir anak-anak muda di Tanah Papua.

"Motivasi saya melestarikan budaya Papua, khususnya di bidang seni tari seperti tari Yospan, tari tradisional, dan tari kreasi, berangkat dari rasa prihatin melihat generasi muda yang mulai terbawa arus budaya luar," ujar Erik, Rabu (19/8/2026).

Maestro (seniman) yang aktif menggarap seni pertunjukan bersama kelompok Tari Melanesia sejak 2022 ini menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penentu keberlangsungan identitas daerah.

Baca juga: Hari Pengayoman ke-81: Kanwil Kemenkum Pabar Dorong Pelayanan Hukum Cepat dan Beri Solusi

Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

“Saya berharap anak-anak Papua, mari tong sama-sama jaga dan lestarikan budaya Papua sebagai jati diri bangsa, agar budaya kita tidak punah di era modern ini,” tegasnya.

Konsistensi Erik dalam berkarya mendapat pengakuan resmi dari negara.

Hingga saat ini, ia telah mengantongi lima penghargaan Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum, dengan dua penghargaan terbaru yang baru saja diterimanya.

Atas pencapaian tersebut, Erik turut mengapresiasi apresiasi dan kemudahan layanan yang diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat.

Bagi Erik, apresiasi tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus melahirkan karya seni yang relevan tanpa kehilangan akar tradisi.

Ia berharap dukungan serupa terus mengalir bagi para pelaku seni lokal agar semakin banyak pemuda Papua tergerak memperjuangkan warisan leluhurnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.