Tribunlampung.co.id, Maumere - Pasangan suami istri lanjut usia, Maria Daenti (71) dan Paskalis Terus (76), mengisahkan mukjizat keselamatan mereka, usai berhasil lolos dari guncangan gempa bumi dahsyat yang meluluhlantakkan rumahnya di Kampung Nitun, Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Di tengah keterbatasan fisik, di mana Maria mengidap gangguan pernapasan dan Paskalis mengalami gangguan pendengaran, keduanya spontan berlari keluar menyelamatkan diri melalui jalur terpisah, saat atap seng dan tiang bambu rumah mereka mulai roboh.
Satu-satunya tempat tinggal sederhana mereka kini ludes tak bersisa setelah dinding pelepuh bambu, kamar mandi, hingga seluruh peralatan dapur remuk hancur tanah dihantam guncangan hebat.
Lantaran harta benda dan bangunan rumah ludes, pasutri lansia yang terpisah dari anaknya di Kota Maumere ini terpaksa bertahan hidup dengan memasak menggunakan tungku darurat di luar area reruntuhan.
Ketika malam tiba, Maria dan Paskalis harus pasrah mengungsi bersama warga sekitar dengan tidur beralaskan tikar tipis di bawah naungan tenda terpal biru sederhana di depan halaman.
Kedua korban gempa bumi di perairan Flores ini sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah dan dermawan agar suplemen obat-obatan serta bantuan perbaikan rumah lansia dapat segera disalurkan.
Hingga Selasa (18/8/2026), kecemasan akan munculnya gelombang gempa susulan masih menyelimuti warga Kampung Nitun yang memilih tetap bertahan mengungsi di area terbuka.
Baca selengkapnya Kisah Sepasang Lansia di Sikka Selamat dari Gempa Flores, Rumah Hancur