Jangan Sepelekan Bingung Puting pada Bayi, Ibu Berisiko Mastitis
Willem Jonata August 19, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bayi yang tiba-tiba tidak mau menyusu langsung dari payudara ibu dapat membuat proses menyusui menjadi semakin sulit.

Salah satu kondisi yang perlu diketahui ibu adalah nipple confusion atau yang kerap disebut bingung puting.

Kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan bayi menggunakan media pemberian ASI lainnya, terutama dot yang diberikan terlalu dini.

Dokter Konselor Laktasi dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, menjelaskan bahwa bingung puting dapat membuat bayi tidak lagi mau menyusu langsung dari payudara.

Apa Itu Bingung Puting?

Bingung puting atau nipple confusion merupakan kondisi ketika bayi tidak mau lagi melakukan direct breastfeeding atau menyusu langsung ke payudara ibu.

Salah satu penyebab yang paling sering adalah penggunaan dot pada usia terlalu dini.

Baca juga: Cara Menyusui Agar Puting Tidak Lecet, Dokter Ungkap Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Ibu

Menurut dr. Anastasia, penggunaan dot di bawah usia tiga bulan dapat membuat bayi terbiasa dengan pola aliran ASI yang berbeda.

“Jadi bingung putih itu, atau Nipple Confusion, itu adalah kondisi yang terjadi, dia nggak bisa, nggak mau lagi direct breastfeeding, atau menyusui langsung ke payudara maminya. Kenapa? Biasanya yang paling sering itu karena, dia sudah terbiasa dengan media ASIP yang lain. Paling sering yang penyebabnya adalah, penggunaan dot yang dini,” jelasnya pada media briefing virtual, Rabu (19/8/2026). 

Mengapa Bayi Bisa Lebih Memilih Dot?

Perbedaan cara bayi mendapatkan ASI menjadi salah satu hal yang perlu dipahami.

Saat menggunakan dot, ASI atau susu dapat mengalir lebih mudah. Bayi tidak perlu melakukan proses yang sama seperti ketika menyusu langsung dari payudara.

Sementara ketika menyusu langsung, bayi perlu menggunakan seluruh otot mulutnya untuk menyedot. Proses tersebut juga berkaitan dengan let down reflex atau LDR agar aliran ASI semakin deras.

Pada dot, bayi tidak perlu memancing LDR karena cairan dapat langsung menetes.

Akibatnya, bayi yang sudah terbiasa dengan dot dapat menganggap penggunaan dot lebih mudah. Terlebih jika kebiasaan tersebut dimulai ketika usia bayi masih di bawah tiga bulan.

Dampaknya Bisa Berlanjut ke Pengosongan Payudara

Bingung puting bukan hanya persoalan bayi menolak menyusu langsung. Ketika bayi tetap menyusu tetapi sedotannya tidak lagi sekuat atau sebaik sebelumnya, pengosongan payudara dapat menjadi tidak sempurna.

ASI yang masih terkumpul di payudara pun menjadi lebih banyak. Kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko terjadinya mastitis.

“Kalau sudah bingung puting, tapi maminya tetap di DBF misalkan ya, kan jadinya, pengosongannya dia udah nggak nyedot seperti sebelumnya. Sedotannya mulai berkurang,” kata dr. Anastasia.

Dengan demikian, persoalan yang awalnya terlihat seperti bayi lebih memilih dot dapat berlanjut menjadi masalah pada proses menyusui ibu.

Bukan Hanya Soal Bayi, Kondisi Ibu Juga Berpengaruh

Persoalan menyusui juga dapat memengaruhi kondisi mental ibu.

Ketika ibu stres, hormon kortisol meningkat dan oksitosin dapat menurun. Dampaknya, proses pengeluaran ASI dapat menjadi tidak lancar dan produksi ASI ikut menurun.

Karena itu, ibu yang menghadapi masalah menyusui membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

Pengetahuan mengenai posisi dan pelekatan, dukungan keluarga, serta suasana yang membuat ibu nyaman dapat membantu membangun kembali rasa percaya diri.

Ibu juga dapat diberikan makanan yang disukai, relaksasi dan pijatan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Perjalanan menyusui pada awalnya memang dapat terasa berat dan melelahkan. Karena itu, dukungan orang-orang terdekat menjadi bagian penting agar ibu tidak merasa menghadapi seluruh persoalan seorang diri.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.