nextren.com - Mitra Keluarga mulai menerapkan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk membantu proses rekrutmen karyawan dan pengembangan perangkat lunak di jaringan rumah sakitnya. Implementasi yang diumumkan pada 12 Agustus 2026 tersebut memanfaatkan layanan Amazon Web Services (AWS), termasuk Amazon Bedrock dan Kiro.
Penerapan AI ini mencakup 32 rumah sakit Mitra Keluarga di Indonesia. Namun, perusahaan tidak menggunakan teknologi tersebut untuk mendiagnosis penyakit atau mengambil keputusan klinis. AI ditempatkan pada proses di belakang layanan pasien, terutama pekerjaan administratif yang berulang dan pengembangan sistem yang digunakan tenaga klinis maupun staf.
"Dengan memanfaatkan AI generatif di AWS untuk menyederhanakan proses backend yang berulang dan memakan waktu, kami membantu tim kami bekerja lebih efisien," kata Chief Information Officer Mitra Keluarga Yosep Sutrisno.
AI Bantu HR Menyaring Ribuan CV
Untuk proses rekrutmen, Mitra Keluarga bekerja sama dengan Sarana AI menghadirkan sistem bernama Nara. Asisten HR tersebut dibangun menggunakan Amazon Bedrock dan Amazon Textract.
Nara dapat mengambil informasi dari berbagai format resume, menstandarkan datanya, kemudian mencocokkan kemampuan kandidat dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk sebuah posisi. Kandidat yang dianggap relevan kemudian ditampilkan kepada tim HR untuk ditinjau.
Mitra Keluarga menegaskan AI tidak memiliki kewenangan untuk menolak pelamar secara otomatis. Seluruh resume tetap berada di dalam sistem, sedangkan keputusan perekrutan berada di tangan staf HR. Menurut perusahaan, sistem tersebut dapat menghemat lebih dari 2.300 jam kerja HR setiap tahun dari proses penyaringan resume dan wawancara awal.
Pendekatan ini menjadi penting karena penggunaan AI dalam rekrutmen membawa risiko bias dan keputusan yang sulit dijelaskan jika seluruh proses diserahkan kepada mesin.
Pemerintah Indonesia juga mendorong prinsip serupa. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria pada Maret 2026 mengatakan tata kelola AI Indonesia diarahkan agar manusia tetap menjadi pengendali utama dalam pengambilan keputusan.
AI Coding Pangkas Waktu Pengembangan Aplikasi
Selain HR, Mitra Keluarga menggunakan Kiro untuk membantu tim developer membuat dan memelihara aplikasi internal.
AWS mendeskripsikan Kiro sebagai layanan agentic coding yang dapat mengubah instruksi menjadi spesifikasi, kode, dokumentasi, serta pengujian. Kiro menggunakan pendekatan spec-driven development dan dibangun di atas Amazon Bedrock.
Mitra Keluarga mengklaim dampaknya cukup besar. Salah satu aplikasi manajemen fasilitas yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu tiga bulan dapat diselesaikan dalam satu bulan dan kini memasuki tahap pengujian.
Output kode bulanan per developer juga disebut meningkat dari sekitar 1.000-2.000 baris menjadi 20.000-30.000 baris. Sementara itu, troubleshooting pada alat rekam medis yang sebelumnya membutuhkan sekitar satu minggu dapat dipangkas menjadi satu hingga dua hari.
Meski demikian, jumlah baris kode tidak selalu dapat diterjemahkan langsung sebagai peningkatan kualitas atau produktivitas software. Kode yang lebih banyak tetap harus melewati proses pengujian, keamanan, pemeliharaan, dan verifikasi oleh developer.
AI Masih Bekerja di Belakang Layar
Penggunaan Amazon Bedrock juga berkaitan dengan kebutuhan perlindungan data. AWS menyatakan input dan output pelanggan Bedrock tidak digunakan untuk melatih foundation model dan tidak dibagikan kepada penyedia model pihak ketiga. Layanan tersebut juga mendukung enkripsi serta kontrol akses terhadap data.
Aspek tersebut menjadi relevan ketika AI digunakan untuk memproses informasi kandidat maupun sistem internal rumah sakit. Meski begitu, siaran pers Mitra Keluarga belum memerinci model AI yang digunakan Nara, mekanisme penilaian kandidat, maupun hasil audit independen terkait potensi bias.
Untuk saat ini, implementasi Mitra Keluarga memperlihatkan arah yang lebih pragmatis dalam adopsi AI di sektor kesehatan, bukan langsung menyerahkan keputusan medis kepada algoritma, melainkan memulai dari pekerjaan administratif dan teknis yang menyita waktu.
Mitra Keluarga juga tengah mengeksplorasi penggunaan AI generatif untuk bagian lain dalam perjalanan pasien, mulai dari pembuatan janji hingga layanan setelah kunjungan.
Jika pendekatan ini berhasil, ukuran keberhasilan AI di rumah sakit mungkin bukan seberapa sering pasien berbicara dengan chatbot, tetapi seberapa banyak teknologi dapat mengurangi pekerjaan rutin tanpa menghilangkan kendali manusia dari keputusan penting.