Kita masih punya kendala selain terkait dengan pengangguran juga 'mismatch' masih tinggi sekitar 30 persen
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pelatihan agar "mismatch" atau kesenjangan kompetensi angkatan kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri dapat teratasi, karena ini menjadi kendala dalam menekan angka pengangguran di Indonesia.
"Kita masih punya kendala selain terkait dengan pengangguran juga 'mismatch' masih tinggi sekitar 30 persen," kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker Sugeng Heri Suseno di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dengan cukup tingginya "mismatch" antara pekerja dan dunia usaha serta industri maka perlu dilakukan terobosan, agar apa yang dibutuhkan industri dapat dipenuhi, salah satunya melalui pelatihan kerja.
Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh PLAN Indonesia bersama pihak swasta lainnya dengan memberikan kompetensi dan pelatihan kepada anak muda atau angkatan kerja patut diapresiasi.
Karena, kata Sugeng, pengangguran di Indonesia saat ini tercatat mencapai 7,24 juta dan angka tersebut perlahan harus dikurangi salah satunya dengan menggelar bursa kerja.
"Hari ini penting untuk diadakan 'job fair' yaitu mempertemukan antara pencari kerja dan perusahaan. Jadi tidak hanya bertemu mudah-mudahan nanti juga ditempatkan," ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, kata Sugeng, informasi terkait pekerjaan juga harus digencarkan, agar tidak ada ketimpangan antara anak muda atau angkatan kerja di Jakarta dan sekitarnya dengan mereka yang berada di Papua, NTT, maupun daerah lainnya.
"Informasi pasar perlu diperkuat. Jadi informasi tidak hanya diterima warga di Jakarta namun di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke semua tahu," katanya saat membuka acara "Career Day" yang diikuti 200 anak muda di Kementerian Ketenagakerjaan.
Sugeng menambahkan pada job fair atau "Career Day" kali ini terdapat 25 perusahaan yang akan menampung sebanyak 850 orang dan diharapkan angkatan kerja yang sedang mencari kerja dapat diterima semua.
"Mudah-mudahan nanti yang hari ini interview yaitu 200 orang semuanya diterima," katanya menambahkan.





