TRIBUNNEWS.COM - Timnas Futsal Indonesia menelan kekalahan lagi dalam laga uji coba di Spanyol. Skuad Garuda Futsal dihajar Palma Futsal dengan skor 1-6 pada Rabu (19/8/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Indonesia setelah sebelumnya tim asuhan Hector Souto kalah 3-5 dari O Parrulo Ferrol FS.
Hector Souto mengakui Palma merupakan lawan dengan kualitas sangat tinggi. Namun kekalahan tersebut juga meninggalkan sejumlah catatan bagi permainan Timnas Indonesia.
Souto menyebut ada sejumlah persoalan dari permainan Indonesia yang harus segera diperbaiki, terutama cara bertahan dan kesalahan-kesalahan yang berujung gol.
Hector Souto menilai Indonesia sebenarnya sudah berusaha memberikan penampilan terbaik.
Namun, sejumlah gol yang tercipta menunjukkan masih adanya kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
"Kami menganggap beberapa gol-gol yang tidak terbaik bagi kami. Kami menganggap gol-gol yang mudah dalam beberapa situasi," kata Souto setelah pertandingan.
Menurutnya, kesalahan seperti itu tidak boleh terlalu sering terjadi jika Indonesia ingin bersaing di level dunia.
"Hal ini tidak bisa terjadi jika kita ingin berkompetisi di dunia. Pada dasarnya, Palma adalah tim yang super. Selalu sulit untuk berkompetisi dengan mereka," ujarnya dalam wawancara yang diunggah di Instagram Timnas Futsal.
Baca juga: Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Palma: Skor 1-6, Garuda Banyak Belajar dari Jawara Eropa
Selain kesalahan individu, Souto juga menyoroti pola bertahan Indonesia yang menurutnya masih terlalu datar.
Ia merasa para pemain belum cukup mampu bermain lebih dalam ketika menghadapi tekanan lawan.
"Hal yang saya lewatkan adalah kita tidak bermain secara mendalam. Kami hanya bermain horizontal, jadi kita tidak bisa berkembang. Dan kita tidak memiliki banyak kesempatan," kata Souto.
Menurutnya, persoalan tersebut cukup terasa ketika Indonesia menghadapi tim dengan kualitas seperti Palma.
Selama bermain di Asia Tenggara dan Asia, Indonesia lebih sering menghadapi situasi di mana pemain bisa bermain lebih dekat dengan lawan.
Namun, ketika menghadapi tim Spanyol dengan tempo dan kualitas permainan yang lebih tinggi, kelemahan tersebut mulai terlihat.
"Saya pikir kita harus memperbaikinya di masa depan. Pada masa lalu, di Asia Tenggara, di Asia, kita banyak berhubungan dengan pivot, dan kita bisa bermain dalam deep. Sekarang kita mengalami masalah dengan itu di sini, di Spanyol," ujar Souto.
Baca juga: Indonesia vs Palma: Hector Souto Suntik Mental Pemain, Tak Perlu Minder Lawan Juara Futsal Eropa
Ya, Palma yang merupakan tim juara Liga Champions Eropa memang mampu memanfaatkan celah yang diberikan Indonesia.
Gol pembuka mereka tercipta setelah kiper Muhammad Rizki terlalu lama menguasai bola hingga berujung pelanggaran dan tendangan bebas.
Palma kemudian kembali mengeksploitasi pertahanan Indonesia melalui umpan-umpan terobosan.
Satu gol lainnya lahir dari bola rebound, sedangkan gol keenam tercipta setelah Indonesia kehilangan bola saat menerapkan power play.
Sementara itu, satu-satunya gol Indonesia dicetak Reza Gunawan pada menit ke-29.
Meski demikian, kekalahan dari Palma belum mengakhiri rangkaian uji coba Indonesia di Spanyol.
Garuda Futsal masih memiliki satu pertandingan menghadapi Noia Futsal pada Jumat (21/8/2026) pukul 23.00 WIB.
Noia merupakan klub asal Galicia yang konsisten bermain di Primera Division Spanyol dan memiliki pengalaman tampil di kompetisi antarklub Eropa.
Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Souto dan para pemain untuk menguji hasil evaluasi dari dua pertandingan sebelumnya.
Rangkaian uji coba ini memang menjadi bagian dari proses persiapan jangka panjang Indonesia.
Pengalaman menghadapi klub-klub papan atas Spanyol diharapkan membantu Garuda Futsal meningkatkan kualitas permainan sebelum menghadapi agenda internasional berikutnya.
Selain Asian Games pada September nanti, Indonesia juga diwacanakan ikut tampil di Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) 2026 di Riyadh, Arab Saudi, pada 11-21 Desember mendatang.
(Tribunnews.com/Tio)