Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menyampaikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sangat vital dalam penanganan bencana karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran distribusi logistik, pangan, air bersih, hingga layanan publik.
“Langkah cepat Pertamina dalam situasi tanggap darurat di NTT sangat mendesak dan memang diperlukan. BBM adalah komoditas yang sangat vital. Tanpa pasokan energi yang stabil, distribusi bahan pangan, air minum, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya dapat terganggu,” kata Tulus dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Tulus, fokus utama pada tahap tanggap darurat adalah memastikan wilayah terdampak tidak mengalami gangguan pasokan BBM dan LPG.
Ia menilai distribusi energi perlu diamankan melalui berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk jalur laut maupun udara apabila diperlukan.
“Daerah yang terdampak gempa harus menjadi prioritas dalam pengamanan pasokan energi. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM karena kebutuhan energi justru meningkat pada situasi darurat, terutama ketika terjadi gangguan listrik dan masyarakat harus menggunakan generator atau genset,” katanya.
Lebih lanjut, Tulus menegaskan bahwa keberadaan Pertamina memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, produk energi yang disalurkan Pertamina merupakan bagian dari infrastruktur dasar yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“BBM dibutuhkan untuk kendaraan masyarakat, transportasi logistik, hingga pembangkit listrik. Begitu juga LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang menjadi kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Karena itu, kelancaran pasokan energi akan sangat menentukan kecepatan pemulihan aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah terdampak gempa,” kata Tulus.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengalihkan suplai bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Flores dengan mengirim 16 mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat, pascagempa yang merusak Terminal BBM Reo.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM di wilayah Flores, khususnya Flores bagian utara, tetap terpenuhi setelah TBBM Reo mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 15 Agustus 2026.





