MOMEN Menegangkan Tiang Listrik Tumbang Timpa Warung, Pemilik Nyaris Jadi Korban, Terlindung Meja
Septrina Ayu Simanjorang August 19, 2026 09:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Momen menegangkan tiang listrik tumbang timpa warung.

Akibat kejadian itu, pemilik warung nyaris jadi korban.

Untungnya, ia terlindung meja.

Baca juga: Anaknya Sampai Hilang Kesadaran Gegara Keracunan Makanan, Salmen Sihite Minta MBG Dihentikan

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, menyebabkan seratusan rumah di Kecamatan Medan Johor porak poranda.

Kondisi ini, disebabkan karena terjadinya bencana angin puting beliung yang menyapu dua kelurahan di sekitar kawasan kanal ini. 

Amatan www.tribun-medan.com, pada Rabu (19/8/2026) tampak di salah satu lokasi terjadinya angin puting beliung tepatnya di Kelurahan Suka Maju, puluhan rumah warga tampak mengalami kondisi yang mengenaskan.

Baca juga: Wacana Perubahan Status PPPK, Pemko Siantar Bisa Hemat Rp 75 Miliar Per Tahun

Dimana, tampak atap seng rumah warga sudah tak lagi berada di tempatnya akibat tersapu angin kencang. 

Bahkan, salah satu rumah warga yang berada di depan Jalan Suka Cerdas IV mengalami kondisi paling parah. Dimana, rumah semi permanen berdindingkan setengah papan bercat biru yang awalnya berdiri kokoh, kini porak poranda menyisakan puing bangunan saja. 

Dari peristiwa ini, menyimpan cerita tersendiri bagi semua korban terdampak bencana angin puting belitung yang meluluh lantakkan kawasan ini malam tadi.

Salah satunya, cerita dari Rosida yang hampir menjadi korban dalam peristiwa mencekam yang berlansung sekitar setengah jam itu. 

Baca juga: Masih Trauma, Siswa Keracunan Trauma Makan MBG Lagi  

Wanita yang sehari-hari berjualan makanan seperti nasi goreng, mie goreng, dan lainnya ini hampir meregang nyawa akibat warungnya tertimpa tiang listrik.

Sambil mengingat kejadian nahas malam tadi, wanita berusia 49 tahun itu menatap warungnya yang sudah porak poranda tertimpa tiang beton setinggi belasan meter itu. 
 
Saat ditemui di depan warungnya, Rosida menceritakan angin puting beliung menerjang kampungnya sekitar pukul 19.30 WIB.

Ia mengaku, setelah menunaikan ibadah salat magrib ia bergegas kembali ke warungnya yang saat itu juga sedang turun hujan. 

Tak lama berselang, angin berangsur-angsur datang hingga akhirnya berhembus sangat kencang. Dirinya mengatakan, akibat kencangnya hembusan angin akibat angin puting beliung ini membuat trafo yang ada di dekat rumahnya meledak. 

Baca juga: Wacana Perubahan Status PPPK, Pemko Siantar Bisa Hemat Rp 75 Miliar Per Tahun

"Habis salat maghrib lah kejadiannya, pertama hujan gerimis terus enggak lama datang angin kencang kali. Saya lihat trafo itu meledak, terus mati lampu," ujar Rodisa. 

Dalam pandangannya, malam tadi ia melihat banyak seng milik warga sekitar yang sudah beterbangan mengikuti arah angin. Di tengah kepanikan, Rosida mengaku hanya bisa memikirkan ke mana ia akan menyelamatkan diri. 

Yang ada di benaknya, saat itu ia sudah tak berani lagi keluar karena melihat kencangnya angin akan membawa bencana. Akhirnya, ia melihat meja di dalam warungnya sontak ia langsung memutuskan berlindung di bawah meja berbahan kayu itu. 

"Itulah saya langsung belindung di bawah meja. Enggak lama, seng warung saya inipun beterbangan," katanya. 

Di tengah kekacauan yang terjadi malam tadi, beruntung Rosida masih selamat karena tak berselang lama warungnya tiba-tiba tertimpa tiang listrik. Kuatnya hembusan angin, membuat tiang listrik beton yang tak jauh dari warungnya itu rubuh hampir mengenainya. 

Baca juga: Masih Trauma, Siswa Keracunan Trauma Makan MBG Lagi  

"Alhamdulillah untungnya saya berlindung di bawah meja itu, jadi enggak kena pas tiang listrik tumbang nimpa warung saya," ungkapnya. 

Akibat bencana ini, Rosida mengaku ia sudah tak lagi bisa berjualan akibat warungnya yang sudah porak poranda. Tak hanya bangunan warung, sejumlah peralatannya untuk berjualan seperti steling dan lainnya juga ikut hancur berantakan.

Kini, ia mengaku masih fokus untuk membereskan dan berusaha memperbaiki warungnya. Ia berharap, ke depan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun instansi terkait untuk bisa membantunya agar bisa pulih dan kembali berjualan.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.