TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ida Ariyani (59) masih ingin tampil cantik saat mengikuti pentas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Beberapa jam sebelum pentas, warga Kebangarum Semarang Barat itu sempat meminta seorang rekannya untuk merias wajahnya dengan cantik.
Namun, tak ada yang menyangka penampilan dalam acara kemerdekaan itu menjadi momen terakhir bagi Ida.
Baca juga: Polisi Tanon Ungkap Pencurian Saat Rumah Ditinggal Tirakatan, Pelaku Dibekuk Kurang dari 12 Jam
Ida meninggal dunia setelah tiba-tiba terjatuh saat mengikuti pentas bersama kelompok paduan suara pada 18 Agustus 2026.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 20 detik yang kemudian beredar.
Dalam rekaman itu, tampak 11 orang anggota kelompok paduan suara berdiri berjajar dengan nuansa pakaian merah putih, Ida berada di sisi paling kiri.
Pada bagian awal video, para anggota kelompok tampak bergoyang mengikuti irama lagu intro Pamer Bojo yang dipopulerkan Didi Kempot.
Beberapa detik kemudian, Ida terlihat kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Kakak korban, Rusiana, mengatakan Ida merupakan sosok yang aktif dan memiliki banyak kegiatan.
"Orangnya aktif, banyak kegiatan," kata Rusiana saat ditemui, Rabu (19/8/2026).
Menurut Rusiana, Ida memang memiliki riwayat penyakit jantung.
Selain itu, dalam beberapa hari terakhir Ida juga sempat diketahui memiliki miom, meski ukurannya masih kecil.
Meski memiliki riwayat penyakit, Rusiana menyebut Ida tetap terlihat ceria menjelang peringatan kemerdekaan.
"Ya, ceria. Senang," ujarnya.
Persiapan pentas bahkan telah dilakukan sekitar dua pekan sebelumnya.
Hampir setiap malam, Ida bersama anggota kelompoknya berlatih menyanyi di rumah ketua RT.
Ida disebut selalu hadir dalam latihan tersebut.
"Hadirlah kok, orangnya semangat buat latihan berangkat bareng saya juga, senang dia," kata Rusiana.
Namun, pada hari pelaksanaan pentas, Ida sempat mengeluhkan tubuhnya lemas dan lelah.
Sebelum pentas, Ida sempat mendapat pesanan sekitar 200 lumpia untuk kebutuhan acara resepsi yang digelar dalam rangkaian kegiatan kemerdekaan.
Pekerjaan tersebut dibantu empat temannya saat proses menggulung lumpia.
Setelah pekerjaan selesai, Rusiana sempat mencari Ida.
Ternyata pintu rumah Ida tertutup. Ia memilih beristirahat karena merasa lemas.
Sore harinya, Rusiana kembali melihat Ida sudah bersiap untuk menghadiri pentas.
Ida bahkan meminta bantuan rekannya, Desi, untuk merias wajahnya.
"Des, aku tulung didandani yang cantik ya," ujar Rusiana saat menirukan Ida.
Saat itu Ida juga sudah mempersiapkan penampilannya, termasuk menggunakan bulu mata.
Setelah selesai dirias, Ida kemudian berangkat menuju lokasi pentas.
Menurut Rusiana, acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebelum tampil, Ida juga sempat melakukan videocall dengan anak dan cucunya.
Yugo, menantu Ida, mengatakan dalam panggilan video tersebut Ida terlihat sedang dirias untuk mengikuti acara Agustusan.
Baca juga: Contoh Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Cocok Dibacakan Saat HUT Kemerdekaan RI
Istri Yugo yang melihat tampilan riasan Ida sempat berkomentar bahwa wajah Ida terlihat terlalu putih.
"Istri saya bilang, kok terlalu putih makeup-nya, terlalu pucat. Tapi ibu bilang semuanya baik-baik aja, ibu kan tipikalnya gembira, dia bilang lagi didandanin untuk pentas," jelas Yugo.
Tak berselang lama, Yugo mendapatkan kabar dari tetangganya bahwa ibu mertuanya telah tiada.
"Saya dikabari kalau ibu sudah meninggal, sempat kaget juga, waktu jatuh itu posisi langsung dibawa ke RS, tetangga ada yang bilang kalau badannya sudah dingin dan ada suara kaya ngorok," tutupnya.(Rad)
Cap: