Kalau ada RSJ di Natuna tentu penanganannya akan lebih mudah. Keluarga juga tidak perlu membawa anggota keluarganya keluar daerah dengan biaya yang besar

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat (Kalbar) untuk membantu proses pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal daerah perbatasan itu.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Natuna Trisnan Saputra di Natuna, Rabu, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan karena Natuna belum memiliki rumah sakit jiwa, sementara kebutuhan penanganan ODGJ cukup tinggi.

"Pada 2026 ini tercatat ada sekitar 200 ODGJ di Natuna yang tersebar di setiap kecamatan. Karena kita belum memiliki RSJ, maka untuk warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bekerja sama dengan RSJ di Riau dan Kalimantan Barat," kata Trisnan.

Dalam kerja sama itu, Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran untuk membiayai keberangkatan ODGJ dari Natuna menuju rumah sakit rujukan serta menjemput mereka setelah menyelesaikan masa pemulihan.

Sementara itu biaya perawatan selama ODGJ menjalani pemulihan di rumah sakit ditanggung oleh pihak RSJ. Biaya pengiriman ODGJ dari Natuna ke rumah sakit rujukan cukup besar, karena kondisi geografis Natuna yang merupakan wilayah kepulauan.

Proses pengiriman tidak hanya membutuhkan biaya transportasi, kata dia, juga pendampingan selama perjalanan oleh berbagai petugas mulai atas kesehatan, sosial, hingga keamanan.

"Untuk mengantar dan menjemput itu biayanya besar. Empat orang saja bisa menghabiskan sekitar Rp200 juta. Itu baru biaya pengiriman dan penjemputan," katanya.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya keberadaan RSJ di Natuna. Selain dapat memangkas biaya pengiriman, fasilitas kesehatan jiwa di daerah itu akan memudahkan masyarakat mendapatkan penanganan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Pada 2026, kata dia, sebagian ODGJ yang berada di Natuna dirawat dan diawasi oleh keluarga masing-masing di rumah. Kondisi itu dilakukan karena keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa dikirim ke RSJ.

"Kalau ada RSJ di Natuna tentu penanganannya akan lebih mudah. Keluarga juga tidak perlu membawa anggota keluarganya keluar daerah dengan biaya yang besar," katanya.