Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sakdul Bahri | Meulaboh
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pada PT Bank Aceh Syariah memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan keuangan daerah.
Dari penyertaan modal tersebut, Pemkab Aceh Barat menerima dividen sebesar Rp3.006.379.603 untuk tahun buku 2025.
Dana tersebut telah disetorkan ke kas daerah dan diharapkan menjadi salah satu sumber pendukung pembiayaan pembangunan, khususnya di tengah ruang fiskal pemerintah daerah yang semakin terbatas.
Pemimpin Bank Aceh Cabang Meulaboh, Alwin Patra, Rabu (19/8/2026), mengatakan pembagian dividen merupakan bagian dari hasil kinerja Bank Aceh pada tahun buku 2025 sekaligus bentuk kontribusi bank terhadap daerah melalui pemegang saham pemerintah.
Baca juga: Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Barat beserta seluruh jajaran atas sinergi dan kerja sama yang baik selama ini,” ujar Alwin.
Dikatakannya, penyerahan dividen telah dilakukan secara simbolis oleh Alwin Patra kepada Bupati Aceh Barat, Tarmizi, di Kantor Bupati Aceh Barat, Senin (3/8/2026).
Menurut Alwin, kontribusi dividen tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui dukungan terhadap aktivitas perekonomian, pelayanan perbankan, serta berbagai program pembangunan daerah.
Bank Aceh, kata Alwin, terus menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah, bukan semata-mata sebagai lembaga keuangan.
Komitmen itu diwujudkan melalui perluasan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sejumlah produk pembiayaan yang disalurkan antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pembiayaan Modal Bank Aceh (PMBA), pembiayaan konsumtif bagi aparatur sipil negara (ASN), pembiayaan korporasi, hingga pembiayaan bagi para pensiunan.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi salah satu prioritas utama. Menurut Alwin, sektor tersebut memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan daerah.
Selain dividen, Bank Aceh Cabang Meulaboh juga menyerahkan zakat perusahaan sebesar Rp400 juta kepada Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat. Penyerahan dilakukan secara simbolis dan diterima oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi.
Menurut Alwin, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Aceh dalam mendukung program sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Aceh Barat.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi menilai dividen dari penyertaan modal daerah tersebut menjadi tambahan amunisi bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan.
“Dana ini akan kita manfaatkan untuk kebutuhan infrastruktur, karena saat ini kita membutuhkan anggaran yang cukup besar,” kata Tarmizi.
Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur di Aceh Barat cukup besar. Karena itu, setiap sumber pendapatan daerah perlu dikelola secara optimal agar mampu menopang keberlanjutan pembangunan sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik.
Tarmizi juga membuka peluang bagi Pemkab Aceh Barat untuk menambah penyertaan modal pada PT Bank Aceh Syariah. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan manfaat ekonomi bagi daerah, termasuk memperbesar peluang memperoleh dividen pada tahun-tahun mendatang.
Keinginan menambah modal, menurut Tarmizi, tidak terlepas dari pertimbangan bahwa investasi daerah pada bank milik daerah tersebut dapat memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat posisi pemerintah sebagai pemegang saham sekaligus membuka peluang peningkatan penerimaan daerah dari pembagian laba.
Dengan demikian, dividen Bank Aceh bukan sekadar penerimaan tambahan bagi kas daerah. Dana tersebut menjadi bukti bahwa penyertaan modal daerah dapat dikonversi menjadi sumber penerimaan yang kemudian diarahkan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pembangunan Aceh Barat.
Di tengah tekanan fiskal yang diperkirakan semakin berat, kemampuan daerah mengoptimalkan aset dan investasi menjadi semakin penting. Dividen Bank Aceh pun menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan Pemkab Aceh Barat untuk menjaga kesinambungan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik. (sb)