Tantang Balik Trump, Iran Klaim California Jadi “Wilayah Baru” setelah AS Klaim Selat Hormuz
Febri Prasetyo August 20, 2026 02:33 AM

TRIBUNNEWS.COM - Konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Teheran membalas klaim kontroversial Presiden AS Donald Trump mengenai Selat Hormuz.

Sebuah akun media sosial resmi Iran menyebut California sebagai “wilayah baru Republik Islam Iran” sebagai balasan atas klaim Trump yang sebelumnya mengunggah peta Selat Hormuz dan menyebut jalur strategis tersebut sebagai “wilayah baru AS”.

Dikutip dari Anews, Trump sebelumnya mengunggah gambar peta Selat Hormuz melalui akun Truth Social miliknya.

Dalam gambar tersebut, Selat Hormuz ditandai dengan lingkaran berwarna biru dan disertai tulisan “NEW U.S. TERRITORY, STRAIT OF HORMUZ” atau “Wilayah Baru AS, Selat Hormuz”.

Unggahan Trump kemudian turut dibagikan kembali oleh Gedung Putih melalui akun resminya di platform X.

Tak lama setelah itu, Iran memberikan respons dengan cara yang sama provokatifnya. Akun resmi Iran di Hyderabad melalui platform X mengunggah peta Amerika Serikat dengan wilayah California diberi warna biru.

Di atas peta tersebut terdapat tulisan “NEW TERRITORY OF THE ISLAMIC REPUBLIC OF IRAN” atau “Wilayah Baru Republik Islam Iran”.

Klaim tersebut bukan pengumuman resmi mengenai aneksasi California, melainkan sindiran politik Iran untuk membalas pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz.

Pejabat Iran Ejek Klaim Trump

Respons terhadap Trump juga datang dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.

Gharibabadi mengejek pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz dan menyebutnya sebagai sebuah khayalan.

Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS! Iran Naik Pitam, Perebutan Jalur Minyak Dunia Memanas

Ia mengatakan khayalan Trump mengenai Selat Hormuz akan segera dikoreksi atau Iran akan mengambil langkah untuk mengoreksi apa yang disebutnya sebagai khayalan tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Teheran menolak klaim sepihak Washington mengenai jalur strategis tersebut.

Bagi Iran, Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat besar karena menjadi salah satu jalur pelayaran utama bagi perdagangan energi dunia.

Karena itu, setiap upaya untuk meningkatkan kontrol terhadap kawasan tersebut berpotensi memicu respons keras dari Teheran.

California Punya Komunitas Iran yang Besar

Pemilihan California sebagai sasaran sindiran Iran juga memiliki latar belakang tersendiri.

California, terutama wilayah Los Angeles, merupakan salah satu pusat komunitas keturunan Iran terbesar di luar Iran.

Data Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies di UCLA memperkirakan sekitar 141.000 warga Amerika keturunan Iran tinggal di Los Angeles County.

Komunitas Iran di California Selatan berkembang pesat setelah Revolusi Islam Iran pada 1979.

Salah satu pusat kehidupan komunitas tersebut berada di kawasan Westwood, Los Angeles.

Wilayah tersebut bahkan dikenal dengan sebutan “Tehrangeles”, yang menggambarkan kuatnya keberadaan dan pengaruh komunitas Iran di Los Angeles.

Karena itu, penggunaan California sebagai bahan sindiran dapat dibaca sebagai simbol yang memiliki kaitan langsung dengan diaspora Iran di AS.

Konflik AS-Iran Masih Memanas

Pertukaran klaim antara Trump dan Iran terjadi ketika hubungan kedua negara masih menghadapi ketegangan serius.

Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang bertujuan mengakhiri perang sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Namun, proses pembicaraan selanjutnya mengalami kebuntuan akibat perselisihan mengenai implementasi kesepakatan dan persoalan navigasi di Selat Hormuz.

Situasi tersebut membuat Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama dalam hubungan Washington dan Teheran.

Bagi AS, kelancaran pelayaran di Selat Hormuz berkaitan dengan keamanan perdagangan dan pasokan energi global.

Sementara bagi Iran, kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena berada di dekat wilayahnya dan menjadi salah satu titik penting dalam menghadapi tekanan AS.

Negosiasi Navigasi Hormuz Belum Temui Terobosan

Di tengah meningkatnya ketegangan, pembicaraan mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz masih berlangsung.

Negosiasi tersebut melibatkan Iran dan Oman yang memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan.

Namun, hingga kini belum ada terobosan besar yang berhasil menyelesaikan persoalan tersebut.

Kebuntuan diplomasi membuat Selat Hormuz semakin menjadi pusat persaingan antara Iran dan AS.

Saling klaim mengenai wilayah tersebut juga menunjukkan bahwa perseteruan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui perang narasi dan tekanan politik.

Trump menggunakan istilah “wilayah baru AS” untuk menunjukkan sikap keras Washington terhadap Iran.

Teheran kemudian membalas dengan menyebut California sebagai “wilayah baru Iran” untuk menunjukkan bahwa klaim Trump tidak diakui.

Di balik perang sindiran tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih serius, yakni perebutan pengaruh atas Selat Hormuz dan upaya menjaga jalur perdagangan energi dunia tetap terbuka tanpa memicu eskalasi baru antara Iran dan AS.

Jika kebuntuan diplomasi terus berlangsung, Selat Hormuz berpotensi tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Iran-AS.

(Tribunnews.com / Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.