TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Operasi pencarian empat korban KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok kembali diperpanjang.
Sebanyak empat korban hingga kemarin belum ditemukan.
Memasuki hari kedelapan, Rabu (19/8), Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga menyasar sejumlah pulau kecil dan wilayah pesisir di Lombok.
Tim SAR gabungan masih mencari empat korban yang belum ditemukan setelah terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.
Operasi pencarian memasuki hari kedelapan pada Rabu (19/8). Keempat korban yang masih dicari yakni Yasir Arafat (37), asal Mataram; Selvina Rambu Mayi (28), asal Sumba; serta I Made Sutarjana (55) dan Slamet Yulianto (41), yang keduanya berasal dari Denpasar, Bali.
Satu di antara 4 korban KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan bernama I Made Sutarjana. Diketahui, Sutarjana merupakan pemilik hotel bintang lima di Bali dan Lombok.
Dia dikabarkan merupakan Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya, perusahaan pemilik hotel The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak, Bali, dan The Oberoi Beach Resort Lombok di Lombok Utara.
Sebelumnya, jumlah korban yang dilaporkan belum ditemukan sebanyak lima orang. Namun, jumlah tersebut berubah menjadi empat setelah satu orang dipastikan selamat.
Korban tersebut adalah I Ratu Agung Ayu Sekar (21), warga Mataram.
Ayu dipastikan tidak berada di dalam KMP Putri Yasmin saat kapal terbakar dan telah kembali ke rumahnya dengan selamat. Kepastian tersebut disampaikan Hariyadi dalam konferensi pers pada Jumat (14/8) sore.
“Berdasarkan informasi yang diterima Posko SAR, saudari Ayu memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin sehingga namanya tercatat di manifes. Namun, karena ada perubahan rencana, ia berangkat lebih awal pada 9 Agustus 2026 menggunakan kapal lain,” ungkap Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi seperti dilansir Kompas.com.
Hariyadi menjelaskan, nama Ratu Agung sebelumnya tercantum dalam manifes penumpang KMP Putri Yasmin. Namun, korban ternyata tidak berangkat menggunakan kapal yang terbakar tersebut.
Ratu Agung sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin. Namun, jadwal keberangkatannya berubah sehingga dia berangkat lebih awal pada 9 Agustus 2026 menggunakan KMP Surya 777.
“Kami berterimakasih kepada pihak keluarga dan ada perubahan data terkait dengan pencarian yang kami cari lima orang menjadi empat orang dan untuk korban meninggal tetap satu orang,” kata Hariyadi.
Dengan terkonfirmasinya Ratu Agung selamat, jumlah korban KMP Putri Yasmin yang masih dalam pencarian menjadi empat orang. Keempatnya yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto.
Hariyadi mengatakan, tiga dari empat korban tersebut tercatat dalam manifes penumpang KMP Putri Yasmin.
Sementara itu, Selvina Rambu Mayi tidak tercatat dalam manifes kapal.
“Termasuk 1 orang yang tidak tercatat di manifes, tetapi suaminya dievakuasi selamat menggunakan KMP Parama Kalyani,” kata Hariyadi.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keempat korban tersebut. Kantor SAR Mataram membagi kekuatan pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Masing-masing unit bergerak melalui jalur laut, darat, dan udara untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Hariyadi mengatakan, pembagian SRU dilakukan agar pencarian lebih terarah berdasarkan titik-titik yang telah dipetakan.
“Pada hari ke delapan ini, kami membagi operasi ke dalam tiga SRU agar penyisiran lebih terfokus,” kata Hariyadi, berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tribun Bali, Rabu (19/8).
SRU 1 dikerahkan melalui jalur laut menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Tim menyisir sejumlah pulau kecil di sekitar wilayah Sekotong yang dinilai masuk dalam area pencarian. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran dari darat dan udara.
Tim menggunakan drone thermal untuk memantau wilayah Belongas, Buwun Mas hingga Orong Bukal. Penyisiran garis pantai juga dilakukan mulai dari Kuta, Lombok Tengah, ke arah barat.
Adapun SRU 3 melakukan pencarian melalui udara menggunakan helikopter Finns SGi Air Bali yang didatangkan dari Bali. Helikopter tersebut menyisir wilayah perairan selatan Bali hingga Lombok dengan melibatkan personel Kantor SAR Denpasar.
Selain mengandalkan pengerahan personel dan peralatan SAR, tim juga memperluas penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian.
“Kami juga terus mengoptimalkan penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas bekerja sama dengan VTS Lembar,” ujar Hariyadi.
Tim SAR juga melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir. Mereka diminta segera melapor apabila menemukan benda, tanda, atau indikasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas mata pencarian di luar area yang dapat dijangkau langsung oleh tim SAR.
KMP Putri Yasmin rute Pelabuhan Padangbai (Bali) menuju Pelabuhan Lembar (Lombok) terbakar di perairan Selat Lombok (sekitar perairan Sekotong, Lombok Barat) pada Rabu (12/8) dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita.
Total korban yang telah dievakuasi hingga saat ini mencapai 212 orang. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia. (*)