Polwan Polda Papua Barat Peduli Stunting, 71 Balita di Katebu Dapat Vitamin
Roifah Dzatu Azmah August 20, 2026 08:44 AM

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan anak melalui kegiatan Polwan Peduli Stunting di Posyandu Maria, Kampung Katebu, Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 itu menjadi bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan mempercepat penurunan kasus stunting di Papua Barat.

Sebanyak 40 personel Polwan Polda Papua Barat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Mereka memberikan pelayanan sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak balita.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana, Kabid Keu Polda Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Kepala BKKBN Provinsi Papua Barat, Pakor Polwan Polda Papua Barat, Kepala RT Kampung Katebu, Ketua Posyandu Maria, Kepala TVRI Provinsi Papua Barat serta sejumlah unsur terkait.

Kegiatan Polwan Peduli Stunting di Posyandu Maria
STUNTING - Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan anak melalui kegiatan Polwan Peduli Stunting di Posyandu Maria, Kampung Katebu, Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/8/2026). (Humas Polda Papua)

Baca juga: IMPT Korwil Jayawijaya Gelar Syukuran Wisudawan, Paskalis Haluk Pesan Mahasiswa Aktif Suarakan HAM

Sebanyak 63 warga Kampung Katebu serta 71 anak balita peserta Posyandu Maria turut mengikuti kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan penyampaian materi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terkait pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Dalam penyampaian tersebut, masyarakat juga mendapat penjelasan mengenai program Genting BKKBN serta pentingnya deteksi dini terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari seluruh pihak.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan secara bersama-sama, kata dia, yakni melalui Gerakan Orang Tua Asuh dengan memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak.

“Stunting tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, terutama dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi dan perhatian yang baik,” ujarnya.

Usai penyampaian sambutan, Wakapolda bersama personel Polwan Polda Papua Barat menyerahkan bantuan vitamin kepada orang tua dan anak-anak peserta Posyandu Maria.

Baca juga: Titus Ogoney Klarifikasi Minimnya Kegiatan HUT RI di Distrik Masyeta Teluk Bintuni

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polwan terhadap kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak di Kampung Katebu.

Tak hanya vitamin, para orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pemberian biskuit padat gizi bagi bayi dan balita.

Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menjelaskan tata cara pemberian biskuit berdasarkan kelompok usia.

Untuk anak usia 6 bulan hingga kurang dari satu tahun, diberikan sebanyak delapan keping per hari.

Sementara anak usia satu tahun ke atas sebanyak 12 keping per hari, dengan tetap memberikan ASI sesuai kebutuhan.

Kegiatan semakin interaktif ketika Pakor Polwan Polda Papua Barat menggelar kuis bagi para orang tua balita.

Kuis tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, pola asuh dan pemenuhan gizi bagi anak.

Baca juga: Maestro Erikxon Kindewara Terus Berkarya, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Papua

Para orang tua dan anak-anak juga mendapatkan makanan ringan dari personel Polwan. Selain itu, diberikan pula bantuan masker untuk orang dewasa dan balita guna mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Trihadi Kuncahyo mengatakan pencegahan stunting harus dimulai sejak dini.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian ASI sesuai kebutuhan, serta penerapan pola asuh yang tepat.

“Polri melalui Polwan Polda Papua Barat akan terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Trihadi.

Menurutnya, persoalan stunting membutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, BKKBN, kader Posyandu, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui momentum Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap kegiatan sosial seperti Polwan Peduli Stunting dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergitas Polri, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BKKBN, kader Posyandu dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Papua Barat.

Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi Polwan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.