Suara Kemanusiaan Lintas Batas, FISIP UI Serukan Kemerdekaan Palestina Lewat Seni dan Buku
Hironimus Rama August 20, 2026 10:35 AM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - FISIP Universitas Indonesia (UI) merajut semangat anti-kolonialisme global lewat gelaran Book Discussion and Photo Exhibition bertajuk “Towards Palestinian Liberation: Anti-Colonialism Solidarity from Palestine to Indonesia” di Kampus UI Depok.

​Acara yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) ini diinisiasi oleh kolaborasi Departemen Hubungan Internasional FISIP UI, Transnational Institute (TNI), Global South Solidarity, serta Palestine Centre UI.

​Melalui pameran foto bertema “Solidarity through Art”, penyelenggara ingin menegaskan bahwa dukungan moral terhadap Palestina tidak melulu harus disalurkan lewat aksi turun ke jalan.

Baca juga: Berbekal Prestasi dan Doa, Anak Yatim Piatu Asal NTT Berhasil Kuliah di UI Jalur Prestasi

​"Bentuk-bentuk solidaritas tidak selalu harus melalui aksi di lapangan, tetapi berbagai media bisa kita manfaatkan, terutama melalui seni untuk menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal bentuk, batas, maupun kewarganegaraan," ujar Ketua Klaster Solidaritas dan Transformasi Tata Kelola Departemen Hubungan Internasional FISIP UI, Asra Virgianita.

​Visualisasi pameran tersebut menampilkan arsip fotografi bersejarah karya wartawan Republika, dipadukan dengan kontribusi dari Students for Justice in Palestine (SJP) UI serta We Palestine Center.

​Rangkaian pameran foto yang kaya akan nilai perjuangan kemanusiaan ini dijadwalkan terbuka untuk umum hingga 1 September 2026 di lingkungan kampus FISIP UI.

​Selain pameran seni visual, agenda utama lain yang menyedot perhatian pengunjung adalah bedah buku karya editan Abi Bae dan Hamza Hamouchene.

​Buku berjudul Towards Palestinian Liberation: Global Perspective on Anti Colonial Resistance and Solidarity tersebut mengupas tuntas kaitan sejarah perjuangan Palestina dengan gerakan anti-kolonial di berbagai negara.

​Sebanyak 17 penulis dari beragam latar belakang berkontribusi dalam karya tersebut guna membedah kompleksitas perjuangan kemerdekaan Palestina dari perspektif global.

​"Buku ini menunjukkan bahwa isu Palestina tidak mengenal batasan agama atau geografis, melainkan murni isu kemanusiaan lintas batas yang wajib kita dorong bersama untuk menghapuskan penindasan," tegas Asra.

​Pelaksanaan agenda akademik dan kebudayaan ini turut memetik simpati serta keterlibatan aktif dari lembaga kemanusiaan seperti Amnesty International, KontraS, hingga YLBHI.

​Kolaborasi lintas organisasi tersebut membuktikan tingginya antusiasme masyarakat sipil Indonesia dalam memandang isu penjajahan di Palestina sebagai prioritas bersama.

​Keterlibatan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI semakin memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai garda depan penguat narasi keadilan.

​Diskusi ini berhasil menghadirkan perspektif baru yang menyatukan rasa empati atas penderitaan sesama manusia tanpa terkotak-kotak oleh batas negara.

​"Jika kita merasa sekitar kita sendiri bermasalah, maka masalah yang dihadapi masyarakat Palestina juga harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghapuskan segala bentuk penindasan," pungkasnya. (m38) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.