Lebak Diguyur Hujan: Ternyata Bukan Tanda Musim Hujan, Ada Operasi Modifikasi Cuaca
Ahmad Tajudin August 20, 2026 01:01 PM

 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Beberapa wilayah di Provinsi Banten mulai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Kabupaten Lebak. 

Namun, hujan tersebut bukan tanda berakhirnya musim kemarau atau dimulainya musim hujan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, menjelaskan hujan yang mengguyur wilayah Lebak merupakan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui tim gabungan.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta pihak terkait lainnya.

Menurut Febby, operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

"Iya, kalau kemarin hujan karena operasi modifikasi cuaca. Itu bukan dilakukan oleh kita, tetapi oleh pemerintah pusat. Memang ada notifikasi terkait pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut," ujar Febby saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Sosok Savia Aulia Rachmawati, Sinden Cilik Tunadaksa Asal Tangerang Pukau Istana dengan Suara Emas

Ia menegaskan, saat ini wilayah Kabupaten Lebak masih berada dalam periode musim kemarau.

"Belum musim hujan, masih musim kemarau," katanya.

Febby menjelaskan, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Selanjutnya, pada Oktober akan memasuki masa peralihan atau pancaroba, sedangkan musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada November.

"Kemarau hingga bulan September. Nanti Oktober mulai masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, sedangkan musim hujan diperkirakan mulai pada November," jelasnya.

Ia juga menyebutkan, musim kemarau tahun ini tergolong lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai hampir menyamai kemarau panjang yang terjadi pada 2023.

"Lebih parah tahun ini. Terakhir kita mengalami kemarau panjang itu pada 2023, berlangsung hampir empat bulan dan wilayah terdampaknya mencapai 26 kecamatan," ucapnya.

"Kalau sekarang masih belasan kecamatan yang terdampak, tetapi kondisinya juga cukup parah. Namun, Pemerintah Pusat sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi musim kemarau ini," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.