Deretan Kejanggalan Tenggelamnya ASN Bogor di Cisadane, Obrolan Terakhir di HP Jadi Sorotan
Tsaniyah Faidah August 20, 2026 01:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Proses pencarian lapangan terhadap Bayu Zulkarnaen, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang diduga tenggelam di Sungai Cisadane, resmi berakhir pada Rabu (19/8/2026).

Hingga masa tugas tim SAR selesai, keberadaan pria berusia 36 tahun yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) itu belum juga ditemukan.

Peristiwa hilangnya Bayu menyisakan teka-teki akibat sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.

Sebelum operasi dihentikan, tim SAR gabungan sempat memaksimalkan pencarian hari terakhir menggunakan metode Emergency Search and Rescue (ESAR).

Penelusuran dilakukan dengan menyisir kembali titik-titik krusial di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, mengonfirmasi bahwa hingga penyisiran usai, tidak ada petunjuk yang mengarah pada posisi korban.

"Belum ada tanda-tanda keberadaan korban," ujar Dimas.

Penghentian operasi penyisiran ini merujuk pada aturan baku penyelamatan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa tim gabungan terikat batas Standar Operasional Prosedural (SOP).

Karena masa pencarian di sungai telah usai, penanganan kasus kini sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

"Ada batas SOP yang harus dilakukan, apalagi keluarga sudah melaporkan ke polisi. Kita dukung kepolisian untuk mengungkap apa yang terjadi terhadap saudara B," kata Jenal Mutaqin.

Deretan Kejanggalan

Baca juga: Penyebab ASN Bayu Sulit Ditemukan di Cisadane Bogor, BPBD Ungkap Kondisi Dasar Sungai

Keluarga korban sendiri telah membuat laporan resmi ke Polsek Bogor Selatan sejak Minggu (16/8/2026).

Setelah pencarian fisik di sungai dihentikan, polisi kini memfokuskan penyelidikan pada analisis digital.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Ihin Solihin, menyatakan pihaknya tengah berupaya melacak keberadaan korban melalui aktivitas telepon selulernya.

"Kami berupaya melacak ponsel, mencoba membuka percakapan korban," ungkap Ihin.

Langkah pelacakan HP ini diambil lantaran polisi menemukan indikasi tidak lazim dalam kasus ini.

Kompol Ihin Solihin menyebut ada kejanggalan jika korban murni tenggelam di sungai.

Berdasarkan standar penanganan jasad di air, tubuh manusia umumnya muncul ke permukaan dalam rentang tiga hingga empat hari.

"Ini agak janggal, biasanya orang tenggelam itu 3-4 hari sudah muncul tapi ini tidak ada," jelas Ihin.

Secara medis, jasad yang tenggelam akan mengalami perubahan fisik tertentu.

“Atau akan keluar cairan-cairan, sementara ini tidak ditemukan, apalagi ini sudah mencapai lebih dari batas biasanya kata mereka,” ucapnya.

Rasa heran juga dirasakan warga di sekitar Jembatan Cisadane, lokasi ditemukannya sepeda motor milik Bayu.

Pada Kamis (13/8/2026) sekira pukul 18.30 WIB, saksi bernama Bambang menjadi orang pertama yang mendapati sepeda motor Honda Megapro milik Bayu tergeletak miring di dekat pondasi jembatan. 

Tak lama berselang, Fahri (29) yang sedang melintas mengantar ibunya ke warung melihat Bambang sudah berada di dekat motor Bayu.

Kondisi sepeda motor saat pertama kali ditemukan pun menunjukkan sejumlah kejanggalan.

Mesin kendaraan dalam keadaan mati, namun kunci kontak tetap dalam posisi aktif.

Baca juga: Atasan Ungkap Momen Terakhir Bertemu Bayu Zulkarnaen Sebelum Sang ASN Diduga Jatuh ke Cisadane

Selain itu, posisi perseneling motor masih menyangkut dan tidak dalam keadaan netral.

"Miring, cuman motornya gak posisi nyala mesinnya, cuman ngontak doang. Itu masuk gigi motornya, gak netral," beber Fahri.

Melihat keberadaan sepeda motor tanpa pemilik, Fahri menyisir area bawah jembatan menggunakan senter.

Namun, dari penyisiran di aliran sungai tersebut, Fahri tidak menemukan siapapun. 

Kejanggalan lain terlihat dari fisik lokasi kejadian.

Fahri tidak menemukan adanya bekas benturan atau jejak kecelakaan lalu lintas di badan jembatan. 

Kerusakan pada sepeda motor pun relatif minim, hanya terdapat retakan kecil pada bagian besi dekat tangki bensin. 

Namun, beberapa waktu setelah penemuan motor tersebut, muncul helm dan tas milik Bayu yang mengapung di aliran air Sungai Cisadane.

Temuan barang pribadi ini menjadi dasar awal munculnya dugaan korban tercebur.

Gelagat Bayu Sebelum Menghilang

Selain keanehan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, kondisi Bayu sebelum menghilang juga menjadi sorotan.

Pada Kamis malam sebelum dinyatakan hilang, Bayu diketahui sempat menghadiri rapat internal di kantornya sebelum berkendara pulang.

Sebelum meninggalkan kantor, Bayu dikabarkan sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada rekan kerja.

Keterangan ini muncul dari unggahan akun media sosial Quenshaa, yang mengaku sebagai istri dari teman sekantor Bayu.

"Kata suami aku dia sebelum plg dari kantor ngeluh pusing aja sih trs juga dia tuh punya vertigo..," tulisnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.