Kabut Asap di Kawasan Bandara Syamsudin Noor, Penghuni PPRSAR Mulia Satria Diminta Kenakan Masker
Ratino Taufik August 20, 2026 01:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kabut asap tipis hingga pekat kembali menyelimuti sejumlah kawasan di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kamis (20/8/2026). 

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan perkantoran dan permukiman warga.

Paparan asap turut dirasakan penghuni UPTD Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan yang lokasinya berada tepat di seberang area runway bandara.

Meski kondisi udara terdampak kabut asap, aktivitas pelayanan dan pembinaan anak serta remaja di panti tersebut tetap berjalan seperti biasa. Namun, pengelola meningkatkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kepala UPTD PPRSAR Mulia Satria Kalsel, Sacik Kartikowati, mengatakan pihaknya telah membagikan masker kepada para klien dan terus mengingatkan mereka agar menggunakannya secara konsisten.

"Untuk mitigasi, kami membagikan masker dan terus mengingatkan klien agar konsisten menggunakannya, terutama pada pagi hari saat berangkat sekolah maupun beraktivitas di panti," ujar Sacik.

Baca juga: Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Kalsel Perbolehkan Sekolah Terapkan Pembelajaran dari Rumah

Penggunaan masker terutama diwajibkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Termasuk saat apel pagi maupun kegiatan rutin lainnya yang dilaksanakan di lapangan.

Menurut Sacik, seluruh rangkaian perlombaan bagi klien panti juga telah selesai dilaksanakan. Saat ini, pengelola lebih memprioritaskan kesehatan anak dan remaja binaan agar kegiatan pembinaan tetap dapat berlangsung dengan aman.

Pihak panti juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Koordinasi dilakukan dengan layanan kesehatan klinik serta UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan mengingat kawasan panti masuk dalam wilayah yang perlu diwaspadai terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan pemetaan risiko InaRISK.

Sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko krisis kesehatan akibat bencana, UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan melalui Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan juga menyiapkan pelayanan berupa promosi kesehatan dan edukasi, bantuan oksigen konsentrat serta pembagian masker. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.