TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kupang mencatat jumlah gempa susulan yang terjadi di Flores sebanyak 3.618 kali hingga Kamis siang (20/8/2026) pukul 12.00 Wita.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama mengatakan, gempa susulan masih berpotensi terjadi sampai kurang lebih 3 - 4 minggu ke depan.
"Tetapi dengan magnitudo yang bervariasi. Mengecil dari gempa utama dan semakin jarang, meskipun sesekali akan muncul gempa yang dirasakan," jelas Arief.
Ia mengatakan, gempa susulan memang bisa terjadi karena saat ini masih proses menuju keseimbangan dengan melepaskan energi yang tersisa.
Untuk saat ini, gempa susulan terbesar adalah magnitudo 6,2.
"Sudah ada 28 kali untuk gempa dengan magnitudo di atas 5. Gempa susulan yang dirasakan sebanyak 108 kali," bebernya.
Ia melanjutkan, dari grafik peluruhan terlihat mulai ada pola penurunan.
Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama.
Sementara itu, sejak Kamis dini hari telah terjadi gempa dengan magnitudo di atas 5 sebanyak tiga kali di Pulau Flores.
Ketiganya tidak berpotensi tsunami dengan pusat gempa di Kabupaten Manggarai.
Gempa pertama terjadi pada pukul 00.17 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,6, kedua dengan kekuatan magnitudo 5,7 pada pukul 06.45 Wita, dan kekuatan 5,6 pada pukul 10.47 Wita.
Seperti diketahui, gempa M 7,7 mengguncang Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa ini menyebabkan kerusakan.
Puluhan orang dilaporkan meninggal dan ribuan orang mengungsi.
Sumber: Kompas.com