15 Ribu Ikan di Keramba Muaro Jambi Mati Mendadak, DLH Jambi Ambil Sampel Air
Heri Prihartono August 20, 2026 05:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi merespons kematian mendadak sekitar 15.000 ekor ikan milik warga di kawasan keramba dan tambak di Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (20/8/2026).

DLH Provinsi Jambi menyatakan belum memiliki data mengenai apakah fenomena kematian massal ikan di aliran Sungai Batanghari tersebut pernah terjadi sebelumnya.

Kendati pengelolaan dan pemantauan Sungai Batanghari secara reguler bukan kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi, DLH tetap mengambil langkah untuk membantu pembudidaya ikan.

Kepala DLH Provinsi Jambi telah menggelar rapat internal dan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi untuk menentukan parameter kualitas air yang perlu diuji.

Selain itu, DLH Jambi akan menurunkan tim laboratorium pada pekan ini untuk mengambil sampel air di dua titik utama, yakni lokasi keramba atau tambak ikan warga dan bagian hulu sungai sebagai pembanding.

"Kami akan menyerahkan hasil pengujian sampel air kepada akademisi atau instansi berkompeten sebagai bahan analisis apakah kualitas air menjadi penyebab kematian massal ikan," katanya.

Penyebab pasti kematian belasan ribu ikan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Berbagai kemungkinan tengah dikaji, mulai dari penurunan kualitas air sungai, penyusutan debit air, hingga kondisi alam seperti fenomena El Nino yang dapat memicu musim panas lebih panjang.

DLH juga belum mengesampingkan kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kematian massal ikan tersebut.

Mengenai imbauan kepada masyarakat, DLH menegaskan bahwa tindak lanjut atau rekomendasi teknis, seperti penundaan pembibitan ulang, baru dapat dikeluarkan oleh instansi terkait setelah penyebab kematian ikan diketahui.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerugian finansial yang lebih besar bagi para pembudidaya ikan di wilayah tersebut.

(Sopianto/Tribunjambi)

Baca juga: Analisis Dr Tedjo Sukmono: Kemarau Panjang Picu Deplesi Oksigen, Belasan Ribu Ikan Mati di Keramba

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.