SURYA.co.id, SURABAYA – Pengrajin emas di Kabupaten Lumajang mendapat peluang baru untuk memperkuat kapasitas dan mengembangkan usahanya melalui program Pande Emas yang digagas PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya.
Program tersebut resmi diperkenalkan melalui kegiatan Kick Off dan Sosialisasi Pande Emas Kanwil Surabaya di Kabupaten Lumajang, Kamis (20/8/2026).
Tak hanya menjadi program pemberdayaan, Pande Emas juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem bullion service sekaligus menghadirkan layanan purna jual produk emas yang lebih terintegrasi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pegadaian Kanwil Surabaya dan Kantor Area Probolinggo.
Dari Kanwil Surabaya hadir Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Fajar Yudi Akmoko. Sementara Kantor Area Probolinggo diwakili Deputy Bisnis Area Probolinggo Nurhayanto.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan Pande Emas merupakan bagian dari inisiatif Creating Shared Value (CSV) Pegadaian.
Baca juga: Perhiasan Emas Kadar 8K Jadi Buruan Utama Gen-Z Mojokerto, Catatan dari Pameran 4 Produsen Emas
Program tersebut dirancang untuk menciptakan nilai bersama dengan memperkuat kapasitas dan keberlanjutan usaha para pengrajin emas.
“Pande Emas menjadi salah satu wujud komitmen Pegadaian dalam menciptakan nilai bersama melalui pemberdayaan pengrajin emas. Kami berharap program ini dapat memperkuat kapasitas dan eksistensi pengrajin lokal sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem layanan emas yang semakin terintegrasi,” ujar Ahmad Zaenudin.
Menurutnya, Lumajang memiliki potensi yang baik sehingga pengembangan Pande Emas di daerah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Lumajang memiliki potensi yang baik. Karena itu, kami optimistis program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Melalui Pande Emas, Pegadaian berupaya memperkuat eksistensi pengrajin emas sekaligus mendukung layanan after sales dalam pemeliharaan nilai BJDPL.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut mencakup sejumlah layanan, mulai dari reparasi, restorasi, hingga kustomisasi perhiasan emas.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas antara Pegadaian dan pengrajin emas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Fajar Yudi Akmoko mengatakan Pande Emas diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang dapat membantu pengrajin lokal mengembangkan kapasitas dan keberlanjutan usahanya.
“Program Pande Emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian untuk menciptakan nilai bersama melalui pemberdayaan pengrajin emas. Kami berharap program ini dapat memperkuat eksistensi pengrajin lokal sekaligus mendukung kebutuhan layanan purna jual Pegadaian,” kata Fajar.
Program Pande Emas saat ini telah dikembangkan di delapan kantor wilayah Pegadaian, yakni Balikpapan, Makassar, Manado, Bandung, Denpasar, Semarang, Surabaya, dan Palembang.
Khusus Kanwil XII Surabaya, Lumajang menjadi titik ketujuh dalam rangkaian pelaksanaan Kick Off dan Launching Pande Emas.
Pemilihan Lumajang sebagai salah satu lokasi pengembangan diharapkan semakin membuka ruang kolaborasi dengan pengrajin emas daerah.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri emas di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Pegadaian Kanwil XII Surabaya berharap program Pande Emas dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan sinergi antara perusahaan dan pengrajin lokal.
Melalui kolaborasi tersebut, pengrajin tidak hanya didorong mempertahankan eksistensinya, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas usaha serta beradaptasi dengan kebutuhan layanan emas yang terus berkembang.
“Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Pegadaian dalam menghadirkan ekosistem layanan emas yang semakin terintegrasi, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.