TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kondisi guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas di sejumlah trotoar Jakarta mendapat sorotan dari Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi.
Nabilah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi dengan baik dan aman bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, masih ditemukan guiding block yang mengalami kerusakan, mulai dari posisinya bergeser hingga pemasangan yang tidak sesuai arah.
Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan, bahkan membahayakan penyandang disabilitas yang mengandalkan jalur pemandu ketika berjalan kaki.
"Saya ingin Bina Marga memberikan perhatian lebih," kata Nabilah dalam rapat kerja beberapa waktu lalu.
Nabilah menegaskan, pembangunan maupun pemeliharaan trotoar tidak boleh hanya berfokus pada kondisi fisik.
Aspek aksesibilitas, kata dia, juga harus menjadi perhatian agar fasilitas publik di Jakarta dapat digunakan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.
Ia mengaku belakangan menerima sejumlah masukan dari penyandang disabilitas terkait kondisi guiding block di beberapa lokasi.
Beberapa jalur pemandu disebut sudah tidak memberikan arah yang jelas sehingga berpotensi membingungkan penggunanya.
"Untuk guiding block di trotoar tolong diperbaiki karena bisa membahayakan teman-teman disabilitas," terang Nabilah.
Menurut Nabilah, Dinas Bina Marga perlu memastikan fasilitas untuk penyandang disabilitas tidak hanya dipasang sebagai bagian dari pembangunan trotoar.
Pemeliharaan secara berkala juga diperlukan agar guiding block tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
"Jadi bukan hanya saat pembangunannya saja diperhatikan, tetapi juga pemeliharaannya," ujarnya.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pihaknya turut memperhatikan kondisi trotoar, termasuk guiding block.
Ia memastikan petugas dari tingkat dinas maupun suku dinas akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi fasilitas tersebut.
"Masalah guiding block yang banyak rusak atau bergeser akan kami cek. Hal-hal seperti itu sudah masuk kegiatan rutin kami," tegas Heru.
Heru menjelaskan, perbaikan guiding block pada trotoar yang menggunakan material paving dapat dilakukan melalui kegiatan rutin maupun oleh Satuan Tugas (Satgas) Bina Marga.
Sementara itu, apabila kerusakan terjadi pada konstruksi tertentu dan membutuhkan pekerjaan dengan skala lebih besar, penanganannya dapat melibatkan penyedia jasa.
Dengan langkah tersebut, Dinas Bina Marga diharapkan dapat memastikan jalur pemandu di trotoar tetap aman dan memberikan arah yang jelas bagi penyandang disabilitas saat beraktivitas di ruang publik Jakarta.