Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Menghadapi berbagai tantangan yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, Polwan Polda Maluku memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah.
Melalui program Polwan Goes To School, sejumlah personel Polwan Polda Maluku menyambangi siswa-siswi kelas X SMA Negeri 1 Ambon, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIT tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026 dengan tema “One Police Woman, Extraordinary Impact.”
Dalam kegiatan itu, para Polwan tidak hanya memberikan sosialisasi tentang keamanan dan ketertiban, tetapi juga membekali pelajar dengan pemahaman mengenai persoalan yang sering dihadapi anak muda saat ini.
Mulai dari kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan media sosial, penggunaan gadget hingga kesadaran berlalu lintas.
Kegiatan tersebut dihadiri AKP Frenly Franseska Pattinasarany, AKP Henny Glorya Papilaya, Iptu Sofia Christina Ester Alfons, Iptu Fatma Sopamena, Ipda Amellia Ivanda Saleh, Brigpol Gladys Pattipeilohy, Bripda Shisy Susanty Lakatua, dan Bripda Florensia Sarioa.
Baca juga: PSN Masela, MILH hingga Hilirisasi Bergerak, Hendrik: Maluku Tak Boleh Selamanya Jual Bahan Mentah
Baca juga: HUT ke-81 Maluku, Gubernur Lewerissa Paparkan Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Turun
Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Sekolah
AKP Henny Glorya Papilaya mengatakan, kesadaran hukum tidak cukup hanya dipahami sebagai aturan tentang larangan dan hukuman, tetapi harus menjadi kemampuan generasi muda dalam memahami konsekuensi dari setiap tindakan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pelajar harus semakin bijak dalam bertindak, terutama saat menggunakan media sosial.
“Generasi muda harus memahami bahwa kebebasan dalam bertindak, termasuk di dunia digital, selalu disertai dengan tanggung jawab. Apa yang dilakukan, ditulis maupun disebarkan dapat memiliki dampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar AKP Henny.
Ia menegaskan, pemahaman hukum perlu dibangun sejak dini agar pelajar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berkarakter dan bertanggung jawab.
“Kesadaran hukum perlu dibangun sejak dini agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin dan bertanggung jawab,” katanya.
Ajak Siswa Berani Melawan Kekerasan dan Bullying
Dalam edukasi tersebut, Polwan Polda Maluku memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, tanda-tanda yang harus dikenali, serta langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban atau mengetahui adanya kejadian tersebut.
Para siswa juga diajak menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk bullying atau perundungan.
Polwan mengingatkan bahwa perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak serius terhadap korban dan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa.
“Jangan takut untuk berkata tidak terhadap kekerasan dan jangan diam ketika melihat tindakan yang dapat merugikan orang lain,” tegas AKP Henny.
Ia berharap para siswa mampu memahami cara melindungi diri, menghargai sesama, serta berani mencari bantuan kepada pihak yang tepat ketika menghadapi persoalan.
Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial
Selain isu kekerasan dan perundungan, penggunaan gadget serta media sosial juga menjadi materi utama dalam kegiatan tersebut.
Para pelajar diberikan pemahaman agar menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Polwan mengingatkan bahwa media sosial tidak boleh digunakan untuk menghina, mengancam, menyebarkan informasi palsu, melakukan perundungan, maupun membagikan konten yang dapat merugikan orang lain.
Sebab, setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi dan dapat berdampak secara hukum.
Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
Tidak hanya persoalan sosial dan digital, Polwan Polda Maluku juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas.
Para siswa diperkenalkan dengan konsep 3 Tertib Berlalu Lintas, yakni tertib administrasi, tertib kelengkapan, dan tertib etika berlalu lintas.
Melalui edukasi tersebut, kesadaran keselamatan di jalan raya diharapkan dapat terbentuk sejak usia sekolah.
Polwan Hadir Beri Dampak Nyata
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengatakan kegiatan Polwan Goes To School merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat pencegahan melalui pendekatan edukatif dan humanis.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini tidak dapat hanya ditangani setelah muncul korban, tetapi harus dicegah melalui edukasi sejak dini.
“Polda Maluku melalui Polwan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dengan mendatangi langsung ruang-ruang pendidikan. Kami tidak ingin menunggu persoalan berkembang atau menimbulkan korban,” kata Kombes Pol. Rositah.
Ia menilai edukasi kepada pelajar merupakan investasi penting untuk membangun generasi yang sadar hukum, mampu menggunakan teknologi secara bijak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Edukasi sejak dini merupakan investasi penting untuk membangun generasi yang sadar hukum, bijak menggunakan teknologi, menolak kekerasan dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan,” ujarnya.
Rositah menambahkan, tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” harus diwujudkan melalui kehadiran nyata Polwan di tengah masyarakat.
“Satu Polwan harus mampu menghadirkan dampak positif yang luar biasa melalui pengabdian dan keteladanan. Kegiatan di sekolah seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polwan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Melalui program Polwan Goes To School, Polda Maluku berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari, membangun budaya anti-kekerasan, anti-perundungan, serta menjadi generasi yang bertanggung jawab.(*)