Petugas SDA Depok Kaget Temukan Kaki Manusia di Kali Grogol: "Biasanya Nemu Bangkai Tikus"
Hironimus Rama August 20, 2026 11:29 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - ​Penemuan sepasang potongan kaki manusia diduga korban mutilasi menggegerkan warga di aliran Kali Grogol, Pancoran Mas, Depok, Kamis (20/8/2026). 

​Seorang petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Depok, Musfik Amarullah, membagikan kisahnya saat mengevakuasi potongan jasad tersebut.

​Musfik mengaku awal mula menemukan bungkusan mencurigakan itu setelah mendapat laporan dari rekannya sesama petugas penyapu sampah.

​Saat didatangi, bungkusan berisi potongan tubuh manusia itu tampak terbungkus sangat rapat di bawah jembatan.

​"Dia berbentuk karung dalamnya, di dalamnya lagi ada plastik hitam double," kata Musfik menjelaskan kondisi awal bungkusan tersebut.

​Proses evakuasi di dalam sungai sempat mengalami kendala karena karung berisi jasad tersangkut rapat pada tumpukan sampah kayu.

​Musfik bersama timnya harus menggunakan pisau untuk memotong ranting kayu agar bungkusan tersebut dapat diangkat ke permukaan.

​Setelah bungkusan berhasil dibuka, Musfik melihat jelas sepasang potongan kaki manusia dari bagian lutut hingga telapak kaki.

​"Kaki kanan, kaki kiri, jempol masih aman semuanya," ujar Musfik merincikan kondisi bagian tubuh yang ditemukannya.

​Penemuan tak biasa di area kerjanya ini mendadak membuat Musfik terperanjat karena sangat berbeda dari temuan harian mereka.

​"Terus terang aja kaget, saya biasa nemu bangkai tikus, ini kaki manusia," ujarnya. 

​Kendati sempat kaget, Musfik menegaskan bahwa dirinya dan tim SDA sama sekali tidak merasa takut saat mengangkat bungkusan tersebut.

​Mereka tetap menjalankan tugas evakuasi dengan tenang hingga potongan jasad berhasil diserahkan kepada pihak kepolisian.

Diduga Korban Mutilasi Saepul

Sebelumnya, ​penemuan potongan tubuh manusia diduga korban mutilasi kembali gegerkan warga di aliran Kali Grogol, Jalan Pramuka Raya, Pancoran Mas, Depok, pada Kamis (20/8/2026).

​Pantauan langsung di lokasi pada pukul 15.36 WIB memperlihatkan kondisi sepasang potongan kaki yang tersangkut di antara tumpukan sampah bawah jembatan.

​Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Depok bersama aparat kepolisian langsung turun ke aliran sungai untuk mengevakuasi jasad tersebut.

​Proses evakuasi berlangsung cukup rumit lantaran potongan kaki terbungkus karung dan plastik hitam itu tersangkut erat di tumpukan sampah.

​Petugas SDA bahkan harus menggunakan pisau untuk memotong ranting dan tumpukan sampah yang menutupi bungkusan jasad.

​Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, memberikan keterangan resmi terkait penemuan bagian tubuh tersebut.

​"Penemuannya tanggal 20 Agustus, sehari setelah penemuan yang kemarin, penemuan paha,” kata Breggy di lokasi. 

“Hari ini penemuan kaki bagian betis, ada satu pasang. Nah, kami duga ini milik korban, makanya setelah ini kami akan kirim untuk potongan mayat ini ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut," sambungnya. 

​Ia juga membeberkan skema pembagian potongan tubuh korban yang dilakukan oleh pelaku pembunuhan kejam tersebut. 

Proses mutilasi tersebut dilakukan dengan membagi tubuh korban menjadi dua bagian besar, yaitu bagian atas dan bagian bawah. 

Dari bagian bawah, pelaku memotongnya kembali menjadi empat bagian yang mencakup area paha dan betis. 

Hingga saat ini, tim gabungan yang berkoordinasi dengan pihak SDA masih terus menyisir lokasi untuk menemukan satu bagian tubuh korban yang masih hilang.

​Proses identifikasi jenazah menghadapi tantangan besar lantaran kondisi fisik jasad yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut.

​”Jadi memang untuk kondisi mayat sudah agak hancur dan sudah mulai busuk. Iya, itu memang menjadi satu kendala untuk kami, tapi memang tetap kami akan lakukan lab forensik dan memang memerlukan waktu untuk hasilnya," lanjutnya.

​Pelaku diketahui membungkus seluruh bagian jasad menggunakan lapisan plastik tebal sebelum membuangnya ke aliran sungai.

​​Dua potongan betis yang ditemukan kali ini berada dalam satu wadah pelindung yang sama saat dievakuasi petugas.

​"Tapi awalnya memang empat bagian itu di satu kantong yang sama. Ya mungkin karena memang karena masalah pembuangan di sungai, arus, hujan, dan segala macamnya, memang itu memungkinkan untuk terpisah bagian-bagian potongan mayat tersebut,” tutup Breggy.

Sebelumnya, jasad korban bernama Kunaefi (51) ditemukan tak utuh dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas pada Selasa (4/8/2026).

Sedangkan, kedua bagian kaki korban dibuang oleh pelaku Saepul (26) di aliran Kali Licin, Pancoran Mas. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.