Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Krisis air bersih sedang melanda warga di Hunian Sementara (Huntara) Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Dari tiga sumur bor yang tersedia di lokasi pengungsian tersebut, kini hanya menyisakan satu unit yang masih dapat berfungsi.
Akibatnya, satu-satunya sumur bor yang tersisa itu harus beroperasi secara ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dari 110 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di huntara.
Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan langsung oleh Reje (Kepala Desa) Bintang Pepara, Misran, saat melakukan audiensi bersama pihak legislatif dan eksekutif di Ruang Sidang DPRK Aceh Tengah.
Dihadapan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan dan anggota dewan, Misran merinci betapa tidak layaknya fasilitas air bersih yang ada saat ini jika dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang harus dilayani.
“Ada 110 pengungsi huntara di sana. Kalau satu sumur bor digunakan untuk 110 (KK), maka ini sangat tidak memadai,” ungkap Misran.
Keterbatasan air bersih ini menjadi salah satu dari rentetan beban berat yang harus ditanggung warga di pengungsian.
Selain sumur bor yang rusak, warga Bintang Pepara juga dihadapkan pada persoalan penuhnya tangki septik (septictank) di pemukiman darurat tersebut.
Kemudian belum meratanya Jaminan Hidup (Jadup), hingga hilangnya mata pencaharian akibat perkebunan yang rusak diterjang bencana.
Menanggapi keluhan spesifik terkait krisis air bersih tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan langsung bergerak cepat.
Ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah menginstruksikan instansi teknis terkait untuk segera turun tangan.
Pemerintah daerah menargetkan perbaikan sumur bor yang rusak di Bintang Pepara dan wilayah huntara lainnya dapat segera diselesaikan paling lambat pada Senin mendatang.
Hal ini agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (*)
Baca juga: Krisis Air Bersih hingga Jadup Terhenti, Warga Huntara Bintang Pepara-Bur Lah Mengadu ke DPRK
Baca juga: Wakil Bupati Muchsin Hasan Pastikan Masyarakat Desa Serempah Aceh Tengah akan Direlokasi