TRIBUNNEWS.COM - Rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI telah selesai digelar oleh Istana.
Seluruh rangkaian acara digelar pada Senin (17/8/2026) lalu dari kegiatan upacara bendera hingga karnaval.
Namun, sorotan terjadi terkait anggaran yang digunakan untuk menggelar acara tersebut. Salah satu yang menyoroti, yakni Indonesia Corruption Watch (ICW).
ICW pun mengunggah temuan terkait anggaran HUT ke-81 RI yang digelar di Istana di akun Instagram, @sahabaticw.
Dalam unggahan tersebut, ICW menemukan adanya anggaran pengadaan burung merpati yang mencapai Rp305 juta.
Temuan ICW itu berdasarkan pengecekan di situs Data Indonesia Procurement (INAPROC).
Baca juga: Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Ketika Foto HUT RI Mengingatkan Kita pada Etika Kekuasaan
Organisasi tersebut pun menyindir terkait pengadaan tersebut melalui takarir atau caption yang ditulis.
"Kalau beli merpati dengan duit segitu, kira-kira merpatinya spek apa dan buat ngapain ya warga? Mimin cuma tau merpati yang bentuknya amplop," tulisnya dikutip pada Kamis (20/8/2026).
Sebagai informasi, Data INAPROC merupakan portal pengadaan skala nasional resmi yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengintegrasikan sistem informasi dan manajemen akun terpusat dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
Adapun data di dalamnya mencakup profil pengadaan, nama penyedia, hingga e-katalog.
Situs ini dikembangkan oleh LKPP yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Percepatan Informasi Digital di Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Tribunnews.com pun lantas melakukan pengecekan di situs Data INAPROC. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, memang ada pengadaan burung merpati oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Adapun anggaran yang disediakan untuk pengadaan tersebut sebesar Rp305.250.000.
Sementara, metode pengadaan yang digunakan adalah e-purchasing di mana tata cara pembelian melalui sistem e-katalog.
Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), metode ini memungkinkan instansi pemerintah maupun badan usaha melakukan transaksi secara langsung tanpa proses tender.
Namun, status paket pengadaan masih 'On Process' yang berarti sedang berjalan dan belum selesai.
"Pengadaan Burung Merpati Dalam Rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026. Status paket: On Process. Tahapan pengadaan: Kontrak. Total nilai: Rp305.250.000," demikian tertulis dalam pengadaan tersebut.
Adapun penyedia dari pengadaan ini perusahaan bernama Indoglobal Multi Karya.
Baca juga: Malam Ini Prabowo-Gibran Lepas Karnaval HUT RI, 1.500 Drone Seliweran di Langit Jakarta
Tak cuma itu, pengadaan lain untuk acara HUT ke-81 RI di Istana yaitu terkait suvenir.
Masih berdasarkan penelusuran di situs yang sama, ada total tiga pengadaan yang dilakukan Kemensesneg.
Pengadaan pertama membutuhkan anggaran sebesar Rp2.794.425.000 dengan penyedia yaitu perusahaan bernama Buana Kencana Sejahtera.
Selanjutnya, anggaran suvenir kedua sebesar RpRp8.824.500.000 dengan penyedia dari Buana Kencana Sejahtera.
Terakhir, yakni anggaran suvenir sebesar Rp10.148.175.000 dengan penyedia dari perusahaan bernama Nusantara Dharma Optima.
Apabila dijumlahkan, anggaran pengadaan suvenir membutuhkan anggaran sebesar Rp21.767.100.000 (Rp21,7 miliar).
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)