Trump Umumkan Operasi Ekonomi “Paling Menghancurkan” terhadap Iran
Ansari Hasyim August 21, 2026 01:03 AM

 


SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menaikkan tensi terhadap Iran. Ia mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap sebuah negara”, sekaligus memperingatkan negara dan perusahaan yang masih membantu perekonomian Teheran.

Pernyataan keras itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social, Rabu (19/8/2026). Ia menuding Iran telah gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

“Tidak ada seorang pun yang telah memberikan Republik Islam Iran kesempatan lebih besar untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya bagi mereka, mereka gagal memanfaatkannya,” kata Trump.

Trump kemudian mengumumkan langkah yang ia gambarkan sebagai “Economic Warfare and Isolation on an unprecedented scale” atau perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Ayatollah Mojtaba Khamenei Menghilang, Siapa yang Kini Mengendalikan Iran?

Menurut Trump, Amerika Serikat akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang selama ini memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.

Tak hanya menargetkan Iran, Trump juga mengarahkan peringatannya kepada negara-negara lain.

Ia mengatakan negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau badan pemerintahnya menyediakan “jalur kehidupan” bagi Iran akan menghadapi “konsekuensi ekonomi yang sangat besar.”

Bidik Jalur Uang Iran

Trump secara khusus menyoroti sejumlah aktivitas yang menurutnya harus dihentikan, mulai dari penyelundupan minyak, jalur pertukaran keuangan (financial swap lines), transfer uang tunai, rumah penukaran valuta asing, pendaftaran kapal hingga penggunaan perusahaan kedok (front companies).

“Semua itu harus dihentikan sekarang,” tegas Trump.

Langkah tersebut menandai eskalasi baru dalam tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran. Jika diterapkan secara luas, kebijakan itu berpotensi tidak hanya menekan Iran, tetapi juga menempatkan negara dan perusahaan asing di bawah ancaman sanksi atau hukuman ekonomi Amerika Serikat.

Trump bahkan menggambarkan kebijakan barunya dengan istilah “Economic D-Day”—sebuah sinyal bahwa Washington bersiap memasuki fase tekanan ekonomi yang jauh lebih agresif terhadap Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, ancaman tersebut juga dapat mempersempit ruang diplomasi. Iran kini menghadapi tekanan untuk membuka kembali jalur perundingan, sementara Amerika Serikat berupaya memperketat isolasi ekonomi terhadap negara tersebut.

Dengan pernyataan terbarunya, Trump mengirim pesan yang jelas: Washington tidak hanya ingin menekan Iran, tetapi juga memutus jaringan ekonomi global yang dianggap masih menjadi penopang Teheran.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.