Percepat MBG di 3T, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Kesiapan SPPG di Sikka NTT
Cristin Adal August 21, 2026 04:39 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus melihat kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Zulkifli mengatakan, percepatan pelaksanaan MBG di wilayah 3T telah menjadi keputusan pemerintah. NTT, Maluku, dan seluruh wilayah Papua menjadi daerah yang mendapat perhatian dalam percepatan tersebut.

"Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya," ujar Zulkifli.

Baca juga: Warga Soroti Pembangunan KDMP dan Dapur MBG di Dekat SDK Watukamba Ende yang Rusak Parah

Menurut dia, Papua juga mencakup enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Pemerintah saat ini melakukan penataan terhadap 8.617 SPPG di daerah terpencil. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.703 SPPG berada di wilayah 3T dan diprioritaskan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting.

Di NTT terdapat 1.123 pengajuan SPPG 3T. Dari jumlah itu, sebanyak 170 SPPG telah tervalidasi dan dinyatakan siap beroperasi.

Salah satu SPPG yang disiapkan untuk melayani masyarakat di wilayah 3T adalah SPPG Sikka Munerana di Kabupaten Sikka. SPPG tersebut direncanakan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.

Percepatan pelaksanaan MBG di NTT menjadi perhatian pemerintah karena persoalan stunting masih menjadi tantangan di daerah tersebut. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di NTT tercatat 37 persen.

Baca juga: Wapres Gibran Spontan Keliling Maumere, Pantau Gereja hingga Pelabuhan Pascagempa Flores

Sejumlah kabupaten di NTT, seperti Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Timor Tengah Utara, juga tercatat memiliki prevalensi stunting yang tinggi.

Secara nasional, program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 62,6 juta penerima manfaat. Pelaksanaannya didukung 27.485 SPPG yang telah beroperasi serta 134.881 pemasok lokal yang terdiri atas UMKM, BUMDes, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pemasok lainnya.

Dalam kunjungannya ke Sikka, Zulkifli juga mengingatkan agar keterbatasan di wilayah 3T tidak menjadi alasan untuk mengurangi standar gizi dalam pelaksanaan MBG.

"Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG," tegasnya.

Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus mendorong penataan serta percepatan aktivasi SPPG di wilayah 3T.

Peninjauan di Sikka menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan SPPG siap beroperasi sekaligus mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala agar program MBG dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan di wilayah 3T.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.