TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Warga di Kampung Lando, Desa Lando, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tenda darurat setelah gempa mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Warga mengungsi di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman kampung maupun halaman rumah. Mereka belum berani kembali ke rumah karena sebagian besar bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Salah satu penyintas, Etriana Lembu Nai, mengatakan warga masih merasakan gempa susulan hingga Kamis (20/8/2026).
Menurut Etriana, gempa susulan dirasakan berulang kali sehingga warga memilih tetap berada di luar rumah. Kondisi bangunan yang nyaris roboh juga membuat mereka khawatir jika kembali ke rumah.
Selama berada di pengungsian, warga memenuhi kebutuhan makanan secara swadaya dengan mengandalkan urunan dari sesama warga.
Baca juga: 209 Rumah Rusak Akibat Gempa Flores di Desa Golo Manggarai, Warga Butuh Tenda dan Makanan
Pada Kamis (20/8/2026), warga berjibaku memisahkan bulir-bulir jagung untuk digoreng dan disantap bersama. Jagung tersebut dimasak di atas tungku api sederhana yang dibuat di lokasi pengungsian.
Keterbatasan bahan makanan membuat warga harus mengolah apa yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Stok makanan tidak cukup untuk banyak orang. Mama-mama goreng jagung,"
Etriana mengatakan hingga Kamis, warga di wilayah tersebut belum menerima bantuan berupa sembako maupun terpal untuk mendukung kebutuhan pengungsian.
Baca juga: Relawan Unipa Maumere Dampingi Anak Pengungsi Gempa, Edukasi Kesiapsiagaan Lewat Permainan
Warga juga harus menghadapi udara dingin pada malam hingga dini hari. Mereka tidur di tenda seadanya dengan perlengkapan yang terbatas.
Warga berharap bantuan segera datang, terutama berupa bahan makanan, terpal, dan kebutuhan dasar lainnya selama mereka masih bertahan di pengungsian.