TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang memprakiraan cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (20/8/2026) secara umum, kondisi cuaca didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Cuaca wilayah Pulau Flores juga umumnya cerah berawan. Mumere drakirakan cerah berawan pada pagi, malam, dan dini hari, serta berawan pada siang hari dengan suhu berkisar 19–28 derajat Celcius dan kecepatan angin 28 km/jam.
Larantuka dan Lewoleba berawan hingga cerah berawan dengan suhu rata-rata 19–31 derajat Celcius. Ende dan Bajawa didominasi cerah berawan. Bajawa mencatat suhu udara cukup dingin berkisar antara 12–25 derajat Celcius.
Ruteng berawan pada pagi hingga malam hari, dini hari cerah berawan dengan suhu terendah di NTT tercatat di wilayah ini, mencapai 11–25 derajat Celcius, serta kecepatan angin 18 km/jam .
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ruteng, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Baca juga: Menkeu Purbaya dan Ketua Komisi XI DPR RI Sambangi Korban Gempa di Posko Pengungsian Robo Manggarai
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) secara umum diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi aktivitas Monsun Timur yang masih berlangsung di wilayah NTT. Kondisi ini turut menyebabkan pertumbuhan awan cenderung menurun sehingga musim kemarau masih berlanjut.
Suhu udara di wilayah NTT diperkirakan berada pada kisaran 13 hingga 33 derajat Celsius, dengan suhu relatif rendah pada malam hingga dini hari.
Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi angin kencang yang bersifat kering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah NTT.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama penggunaan api di area terbuka dan lahan yang kering.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan selama periode musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi dan lahan yang mudah terbakar.