Racikan Rempah dan Makanan Rumahan di Rumah Joglo Wedangan Sakéca 
Endra Kurniawan August 21, 2026 05:34 AM

TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Di tengah menjamurnya coffee shop dan tempat nongkrong di kota Surakarta, Jawa Tengah, Wedangan Sakéca hadir dengan cara yang berbeda. 

Berada di kawasan perkampungan tepatnya di Jalan Brigjend Katamso No 103, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tempat ini menawarkan suasana wedangan yang lekat dengan nuansa tradisional, sekaligus menjadi ruang berkumpul yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. 

Nuansa tradisional masih terasa kuat di setiap sudut banguan ini. Sebuah bangunan joglo menjadi bagian utama tersebut, berpadu dengan ornamen-ornamen kayu serta meja dan kursi berbahan kayu turut melengkapi suasana, menghadirkan kesan sederhana sekaligus hangat bagi pengunjung yang datang.

Menurut pernyataan B (32), pengelola Wedangan Sakéca tempat yang berdiri sejak tahun 2025 ini hadir dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali minuman berbahan rempah-rempah kepada berbagai kalangan, terutama anak muda. 

Di tengah tren nongkrong di coffee shop yang semakin populer, minuman rempah dan sajian rumahan dinilai mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi kehadiran Wedangan Sakéca, sebagai ruang untuk mengenalkan kembali cita rasa minuman rempah dan masakan rumahan kepada masyarakat.

Baca juga: Suara Rakyat Solo Paling Nyaring Justru di Wedangan, Demokrasi Tanpa Sekat dalam Segelas Teh

Nama Sakéca sendiri diambil dari ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan  kenyamanan dan rasa santai. Nama tersebut menjadi gambaran suasana yang ingin dihadirkan oleh Wedangan Sakéca, yakni tempat bersantai dan menikmati hidangan yang disajikan. 

“Sakéca dalam bahasa jawa kan  monggo dipenakke, santai disini, ya menikmati lah,” ujarnya kepada Tribunnews, Kamis (20/8/2026).

Bangunan bergaya joglo membuat suasana semakin kental dengan nuansa tradisional dilengkapi dengan beragam sajian yang mengusung cita rasa rumahan.

Berbagai makanan khas wedangan tersedia untuk menemani pengunjung bersantai. Salah satu menu khas Wedangan Sakéca adalah nasi jangan ndeso yang disajikan menggunakan gerabah agar tetap hangat. 

Penyajian nasi jangan ndeso menggunakan gerabah bukan tanpa alasan. Konsep tersebut terinspirasi dari kebiasaan masyarakat desa zaman dulu yang menyantap nasi dengan sayur sederhana. Dari kebiasaan itu, Wedangan Sakéca kemudian menyajikan jangan ndeso menggunakan gerabah. 

“Zaman dulu kalau di desa makan nasi dikasih jangan, itu kayak ada intipnya. Kita idenya dari situ. Nanti gerabahnya dibakar, jadi nasinya sedikit lengket di gerabah. Jadi seperti intip. Kemudian dikasih jangan ndeso dan tetap hangat,” katanya.

Selain nasi jangan ndeso, bakmi Jawa dan nasi goreng juga menjadi menu andalan yang banyak ditawarkan kepada pengunjung. Ketiganya menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian bercita rasa rumahan.  

“Makan masakan rumah di suasana seperti ini biar kengan rumah,” ucap dia.

Selain itu, Wedangan Sakéca juga menawarkan aneka wedangan berbahan rempah-rempah. Menu minuman andalan dari Wedangan Sakéca ini adalah Wedangan Sakéca dan wedangan seger waras. 

Racikan rempah tersebut menghadirkan cita rasa yang mengingatakan pada minuman tradisional di rumah, sekaligus menjadi bagian dari upayaWedangan Sakéca memperkenalkan kembali minuman rempah kepada pengunjung. 

Baca juga: Seni Mengoplos: Rahasia Istimewanya Racikan Teh Wedangan Khas Solo yang Nasgitel

Tak hanya racikannya, penyajian wedangan disajikan dengan cara yang unik, yaitu minuman disajikan menggunakan teko dan gelas blirik dan lengkap dengan pilihan gula merah dan gula batu yang ditambahkan sendiri oleh pengunjung  sesuai dengan tingkat kemanisan yang diinginkan.

Wedangan Sakéca pada awalnya menyasar anak muda sebagai target utama, Tujuannya agar generasi muda lebih mengenal minuman berbahan rempah-rempah yang mulai jarang menjadi pilihan ketika berkumpul. 

Namun, seiring berjalannya waktu, Wedangan Sakéca justru mulai dikenal oleh berbagai kalangan. Tidak hanya anak muda, pengunjung dari kalangan orang tua hingga keluarga turut datang menikmati sajian yang ditawarkan.

“Ternyata sekarang semua kalangan oke dengan wedangan, jadi kita ya welcome saya untuk semua kalangan,” tegasnya.

Kata Pengunjung

lihat foto
WEDANGAN SAKÉCA - Pengunjung menikmati suasana Wedangan Sakeca dengan meja dan kursi kayu bernuansa rumah tradisional, pada Kamis (20/8/2026). Lokasi Wedangan Sakeca berada di  di Jalan Brigjend Katamso No 103, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Bagi pengunjung daya tarik Wedangan Sakéca tidak hanya pada menu yang disajikan tetapi juga dari konsep dan juga interiornya 

Seperti pengunjung Hanu Padantya (25) yang mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Wedangan Sakéca yang awalnya tertarik dengan Wedangan Sakéca adalah karena dari interiornya yang menarik.

Menurutnya salah satu yang membuat Wedangan Sakéca berbeda dengan tempat nongkrong lain adalah harganya yang terjangkau. Menurutnya, dengan suasana yang nyaman harga makanan dan minuman dinilai masih terjangkau.

Baca juga: Jelajah Wedangan Legend Solo: Mbah Wiryo, Pak Yo Kemin, hingga Uniknya Pikulan Pak Senen

“Biasanya ada wedangan yang konsepnya sejenis ini, tapi harganya cenderung mahal, dan disini penyajiannya unik-unik,” ujar Hanu.

Meski sebelumnya pernah menemukan makanan dan minuman serupa di tempat lain, ia menilai minuman di Wedangan Sakéca memiliki racikan yang cukup lengkap karena dipadukan dengan berbagai rempah. Hal tersebut menjadi salah satu alasan membuatnya kembali. 

Tak hanya soal sajian, suasana Wedangan Sakéca yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota juga menjadi alasan lain. Lokasinya yang masuk melalui gang, justru membuat tempat tersebut terasa lebih tenang untuk berbincang dan menghabiskan waktu. 

“Karena tempatnya yang tersembunyi. Akses jalannya masuk ke gang. Setelah sampai ternyata tempatnya sangat bagus, jauh melebihi ekspektasi,” pungkas Hanu. 

(Mg/Magang Fadhilla Tinsi Eka Amalya)
Penulis adalah mahasiswa magang dari Universitas Sebelas Maret 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.