Pemkot Sorong Bagi Bantuan Modal untuk 228 UMKM, Septinus Lobat Minta Dinas Koperasi UMKM Dampingi
Intan August 21, 2026 07:38 AM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG — Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, meminta bantuan modal usaha yang diberikan Pemerintah Kota Sorong kepada 228 pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap penyaluran, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga usaha penerima benar-benar berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Septinus saat menghadiri penyerahan bantuan modal usaha yang dilaksanakan Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Koperasi dan UKM, Kamis (20/8/2026).

Dari 228 penerima bantuan, sebanyak 132 merupakan pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP), sedangkan 96 lainnya merupakan pelaku UMKM non-OAP.

Septinus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan mama-mama Papua yang membutuhkan tambahan modal untuk mempertahankan maupun mengembangkan usaha.

Ia menegaskan, penerima bantuan ditentukan berdasarkan proses verifikasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM, bukan karena hubungan keluarga ataupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Baca juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Wali Kota Sorong Septinus Lobat Ajak Warga Dukung Pembangunan

Baca juga: Wali Kota Sorong Septinus Lobat Temui Massa Aksi PPPK Paruh Waktu, Pegawai Desak Dua Tuntutan

“Ini bukan karena keluarga atau karena ada hubungan tertentu. Data penerima benar-benar diambil dan dikelola oleh teman-teman di Dinas Koperasi berdasarkan hasil verifikasi,” kata Septinus.

Menurutnya, besaran bantuan memang tidak terlalu besar. Namun, jika dikelola dengan baik, dana tersebut dapat menjadi tambahan modal untuk membuat usaha tetap berjalan.

“Modal usaha ini memang tidak banyak, tetapi harapan kami ibu-ibu bisa menggunakan dengan baik untuk menambah modal, sehingga usaha kecil yang dijalankan bisa terus hidup dan memberikan manfaat bagi ekonomi keluarga,” ujarnya.

Septinus kemudian meminta Dinas Koperasi dan UKM melakukan pemantauan terhadap penerima bantuan. Pemerintah perlu mengetahui apakah usaha yang dibantu terus berjalan atau justru berhenti setelah bantuan diterima.

“Teman-teman dari Dinas Koperasi harus melihat setelah diberikan bantuan, apakah usahanya terus berjalan atau berhenti karena persoalan keluarga dan sebagainya. Kalau tidak digunakan sesuai peruntukannya, tugas kita adalah memberikan pembinaan dan mendorong mereka kembali berusaha,” katanya.

Ia juga mengingatkan penerima agar tidak menggunakan modal tersebut untuk kebutuhan konsumtif di luar kepentingan usaha.

“Kalau diberikan modal, gunakan dengan baik supaya usaha ini bisa berkelanjutan. Ini uang negara, dan uang negara harus kembali memberikan manfaat kepada rakyat,” tegasnya.

Septinus menambahkan, keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan UMKM. Pemerintah Kota Sorong juga berupaya mengurangi beban keluarga melalui sektor pendidikan.

Ia menyebut Pemkot Sorong mengalokasikan sekitar Rp62 miliar setiap tahun untuk mendukung pembiayaan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Baca juga: Septinus Lobat Lantik Pengurus IKBMK: Ajak Bersinergi Membangun Kota Sorong

“Pemimpin itu harus tahu kebutuhan masyarakat. Kita tahu mama-mama punya anak yang sekolah di SD, SMP, SMA, bahkan ada yang kuliah di Yogyakarta dan daerah lain. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk mengurangi beban keluarga,” jelasnya.

Ibu Rumah Tangga Jualan Nasi Kuning Dapat Bantuan Gerobak

Salah satu penerima bantuan, Hasriani, merupakan ibu rumah tangga yang sehari-hari menjalankan usaha berjualan nasi kuning.

Aktivitas berjualan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Dengan adanya bantuan gerobak usaha dari Pemerintah Kota Sorong, Hasriani berharap aktivitas jualannya dapat lebih mudah dan usaha yang dijalankannya semakin berkembang.

“Bantuan ini sangat membantu saya untuk berjualan. Saya bersyukur karena pemerintah sudah memperhatikan kami pelaku usaha kecil,” kata Hasriani.

Menurutnya, gerobak tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan berjualan nasi kuning yang selama ini menjadi usaha sehari-harinya.

Hasriani berharap perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan dan dukungan agar usaha kecil seperti yang dijalankannya bisa bertahan dan berkembang.

Ia juga memastikan bantuan yang diterima akan dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk mendukung usaha. (tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.