5 Fakta Rumah Tokoh NU di Cimenyan Dirusak:Bermula Suara Motor, 3 Orang Terlibat, Banser Jaga Lokasi
Wahyu Septiana August 21, 2026 08:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Rumah Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cimenyan, Uye Waryo, mengalami kerusakan setelah terjadi aksi pengrusakan pada Selasa (18/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Kasus ini bermula dari persoalan sederhana, yakni teguran terhadap pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya pada malam hari.

Situasi kemudian berkembang hingga sejumlah bagian rumah Uye mengalami kerusakan.

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bandung memastikan Uye bersama keluarganya dalam kondisi selamat.

Berikut lima fakta terkait kasus pengrusakan rumah tokoh NU tersebut:

1. Rumah Uye Waryo Dirusak

PC GP Ansor Kabupaten Bandung langsung mendatangi kediaman Uye setelah mengetahui adanya aksi pengrusakan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung Dede Soemarsah mengatakan, kondisi Uye beserta keluarganya dipastikan aman dan tidak mengalami luka.

"Tidak ada luka, aman itu, Kang," kata Dede saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Kedatangan GP Ansor juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus mendokumentasikan kerusakan yang terjadi.

Dokumentasi tersebut nantinya menjadi bagian dari bahan pendampingan hukum terhadap korban.

2. Bermula dari Suara Motor

Kapolsek Cimenyan Kompol Deni Rusnandar menjelaskan, kejadian bermula ketika Uye tengah berkumpul bersama sejumlah rekannya di rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, terdengar suara sepeda motor dari luar rumah yang digeber atau blayer.

Merasa terganggu karena waktu sudah larut, Uye kemudian keluar dan menegur pengendara berinisial R agar menghentikan aksinya.

Setelah memberikan teguran, Uye kembali masuk ke rumah.

Namun persoalan tersebut diduga belum berakhir.

R disebut mengikuti Uye hingga ke area permukiman dan kemudian terjadi aksi pengrusakan.

3. Pintu hingga Barang di Rumah Ikut Rusak

Polisi menyebut sejumlah bagian rumah Uye mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Barang-barang yang disebut rusak di antaranya pintu, kaca pintu, gelas, tumbler hingga kursi.

"Saudara R mengikuti pelapor ke dalam rumah dan diduga melakukan pengrusakan terhadap pintu rumah, kaca pintu, serta beberapa barang milik pelapor berupa gelas, tumbler, dan kursi," ujar Deni dikutip dari Kompas.com

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang sementara ditaksir mencapai sekitar Rp1 juta.

Uye kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cimenyan.

Polisi juga mendatangi lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan yang lebih luas.

4. Tiga Orang Diduga Terlibat, Polisi Dalami Perannya

Dalam perkembangan penanganan kasus, GP Ansor menyebut terdapat tiga orang yang diduga berkaitan dengan aksi pengrusakan tersebut.

Namun, berdasarkan koordinasi awal dengan kepolisian, baru satu orang yang dinilai memenuhi unsur tindak pidana.

"Iya terduga pelaku tiga, tapi yang memenuhi unsur kata Polsek satu orang, sementara begitu," kata Dede.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh kronologi maupun motif di balik kejadian tersebut.

Karena itu, GP Ansor juga meminta agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menuding pihak tertentu sebelum seluruh fakta terungkap.

5. Banser Turun Jaga Rumah

Pasca kejadian, GP Ansor bersama Banser Kabupaten Bandung ikut melakukan pengamanan di sekitar kediaman Uye.

Penjagaan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan koordinasi bersama kepolisian, PCNU Kabupaten Bandung, MWCNU Cimenyan, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat.

GP Ansor memilih mengedepankan proses tabayyun untuk memastikan duduk perkara sekaligus mengetahui motif kejadian.

Dede menegaskan, pihaknya mengecam segala bentuk kekerasan. Namun, kader diminta tidak mengambil tindakan balasan yang justru dapat memperbesar persoalan.

"Kita Ansor menekankan prinsip utama dalam mengawal kasus ini, yakni tegas terhadap segala bentuk tindakan kekerasan, namun tetap memegang teguh komitmen untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan," tegasnya.

Ia juga mengimbau kader GP Ansor dan Banser tetap tenang serta tidak mudah terpancing provokasi.

"Kita menghimbau kader agar tidak terprovokasi, dan berkomunikasi dengan masyarakat Cimenyan agar tidak terjadi konflik sosial," tambah Dede.

Berita Lainnya

Baca juga: 5 Fakta Kasus Ruben Onsu: Dilaporkan Sejak 2025, Kini Jadi Tersangka dan Dipanggil Polisi

Baca juga: Prakiraan BMKG Jumat 21 Agustus 2026: Jakarta Cerah Tanpa Hujan, Suhu Tertinggi 28 Derajat

Baca juga: Melihat Wajah Baru Taman Wisma Angkasa Jaksel, Ada Rain Garden untuk Lawan Genangan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.